DPRD Sulteng Evaluasi Kinerja PLN

  • Whatsapp
Evaluasi - Dewan DPRD Propinsi  Sulawesi Tengah melakukan evaluasi kinerja PT. PLN area Palu. Foto Dedi R.D

BANYAKNYA keluhan masayarakat soal tarif listrik dan tidak stabilnya aliran listrik di daerah, maka Dewa Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tengah melakukan evaluasi kinerja PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) aera Palu.

Menurut DPRD Sulteng, tarif listrik yang tidak beraturan saat ini membuat masayarakat resah, sebab keberadaan listrik pintar ini dianggap tidak menjadi solusi yang baik, sebab dianggap listrik pintar ini tarifnya sangat tinggi. Selain itu, adanya pemadaman listrik bergilir dilakukan pihak PLN justru menambah beban pembayaran tarif.

Muat Lebih

“Tarif listrik yang ada saat ini tidak beraturan, sebab pembayarannya semakin hari semakin membludak, padahal listrik kadang padam, tetapi kok pembayarannya bukan menurun malah hanya naik,” ujar Anggota Komisi III, Zainal Abidin, diruang rapat DPRD Sulteng, Selasa (21/2).

Sementara, menurut manajer PLN area Palu, Emir Muhaimin, lonjakan tagihan listrik biasanya dipengaruhi adanya pemanasan KWH meteran selain itu juga dipicu adanya kabel instalasi rumha terkelupas.

“Biasanya terjadi pemanasan diareal meteran di rumah kita, selain itu ada kabel yang terkelupas sehingga terjadi pemanasan diareal kabel yang terkelupas tersebut, Alhasil lonjakan listrik itu naik,” Tutur, Emir.

Dirinya menjelaskan, ketika terjadi lonjakan tarif listrik yang tidak biasanya, masayarakat diminta segera melaporkan kepada pihak PLN. Sebab lonjakan itu disebabkan ada kerusakan dibagian instalasi kelistrikan.

“Ketika ada yang merasa lonjakan listrik yang tidak beraturan, silahkan lapor kepada pihak PLN, nanti kami akan memeriksa permasalahannya. Biasanya tarif itu naik disebabkan karena adanya pemanasan disekitaran intalasi kelistrikan rumah,” tambah Emir.

Selain lonjakan tarif listrik, pihak DPRD Sulteng juga meminta, agar PLN dapat memindahkan tiang Listrik yang berada di dekat badan jalan. Sebab tidak jarang terjadi korban kecelakan hingga merenggut nyawa masyarakat.

Sementara, anggota Komisi III Muh Maskur juga meminta, agar pihak PLN memasukan aliran listrik di beberapa daerah yang hingga saat ini mendapat akses listrik. Dari data yang dirinya peroleh, ada sekitar Tiga ratus Desa di Sulteng yang belum mendapat akses penerangan.

“Ada sekitar tiga ratus Desa di Sulteng yang belum mendapatkan pasokan listrik, olehnya kami meminta agar pihak PLN segera memikirkan dan memasang listrik di desa yang belum  mendapatkan penerangan,” Tutup Maskur.***

 

Reporter/Editor: Dedi Rahmat Dai/Moh. Ridawan

Pos terkait

banner 580x60