Gaji Guru Honorer Parigi Tergantung Komite

  • Whatsapp
Kepala Sekolah SMA 1 Parigi

TENAGA GURU HONORER SMA Negeri 1 Parigi yang terletak di Kelurahan Bantaya Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong  (Parmout),  hingga kini gajinya masih mengharapkan dari pembayaran komite wali murid. Jika pembayaran komite sekolah kandas maka tenaga guru honorer tidak dapat melakukan kegiatan belajar-mengajar, dan belum cairnya kucuran dana Bos untuk Tahun 2017.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Parigi, Drs. H. Riadin yang ditemui Kaili Post diruang kerjanya Selasa (21/2).

Muat Lebih

Riadin mengatakan, jumlah guru honorer di sekolah dipimpinnya sekitar 24 guru yang mengajar, dan upah tenaga guru honorer tidak mendapkan tunjangan apapun dari pihak sekolah. Tahun 2016 lalu ada beberapa tenaga guru honorer menerima tunjangan dari sekolah.

Kata dia, adapun wacana untuk menambahkan tenaga guru honorer ditahun ini itu tergantung dari kebutuhan sekolah, karena pihak sekolah membutuhkan tenaga guru honorer sesuai jam mengajar.

“Istilahnya tenaga guru honorer hanya mengambil jam dalam mengajar, karena mereka hanya untuk menutupi jumlah jam yang tidak lagi bisa di cover oleh guru berstatus PNS,”ujarnya

Menyingung soal tenaga guru honorer, kucuran dan bos untuk Tahun 2016 lalu mencapai sekitar Rp1 Milar selama empat Triwulan.

“Realisasi dana bos tergantung yang mana masuk kita gunakan karena tidak sesuai dengan jumlah siswa yang ada, jadi mana yang masuk kita manfaatkan sesuai juklis yang ada,” jelasnya.

Kucuran dana Bos setiap Tahun terjadi selam empat tahap, sedangkan pertanggung jawaban untuk Tahun lalu sudah Tiga triwulan masuk, namun sedikit kendala.

“untuk kucuran dana bos Tahun ini, dari pusat sesuai dengan jumlah siswa yang masuk di Dapodik. Tetapi ternyata ketika kita melihat di MOU tidak sesuai dengan pertriwulannya,” Pungkasnya. ***

Reporter: Steflin Putong

Pos terkait

banner 580x60