Mark Up Baliho, Paska Bupati Parigi Tak Tahu, Kajari Diduga Sudah ‘Tersandera’

  • Whatsapp

SETELAH Mencuatnya pernyataan Bupati Parmout, Samsurizal Tombolotutu terkait polemik dugaan Mark Up pengadaan baliho pada kegiatan event Sail Tomini tahun 2015 lalu, Bupati mengakui bahwa pihaknya tidak pernah mengetahui tentang polemik tersebut. Setali dua uang dengan Bupati, Kepala Kejaksaan Negeri Parigi (Kajari), enggan berkomentar.

Aneh !! Kalangan NGO di Sulteng menilai, Kajari Parigi sebaiknya diganti karena sudah mulai tidak dipercaya. ‘’Takutnya sudah tersandera. Jadi pernyataannya di koran tidak pernah bisa dibuktikan sendiri. Kalau pejabat sudah tidak dipercaya, masyarakat pasti tidak lagi mempercayai apapun yang dikatakannya,’’ ujar Didik Suhendra, aktifis antirasuah Sulteng yang mengaku mengamati perkembangan Parmout dalam tiga tahun terakhir.

Muat Lebih

Sebelumnya Kasi Pidsus Kajari Parmout, Reza Hidayat beberapa pekan lalu berjanji akan memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan, ternyata janji tersebut jalan di tempat. Padahal diketahui, kasus dugaan mark up baliho telah memasuki tahun kedua setelah terbitnya LHP BPK RI perwakilan Sulteng. Bahkan, lambatnya penanganan kasus itu semakin memperlihatkan tumpulnya taring Kajari dalam penanganan kasus tersebut.

Kepala Kejari Parmout, Jurist Sitepu SH yang ditemui Kaili Post diruang kerjanya, Rabu (22/2), saat dimintai konfirmasi terkait janji penanganan kasus baliho, Kejari enggan berkomentar. Dan ketika disinggung bahwa sikap Kajari yang belum melakukan pemanggilan saksi-saksi sebagaimana yang disampaikan oleh Kasi Pidsus, Kejari pun belum mau berkomentar. “Masih sementara dalam pengurusan,” ujar singkat Jurist, sembari tersenyum.

Berdasarkan pada pemberitaan sebelumnya, pihak Kajari Parigi dalam waktu dekat, akan memanggil sejumlah pihak yang dianggap mengetahui pengadaan baliho Sail Tomini untuk diminta keterangan, untuk melengkapi proses Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) terkait adanya dugaan mark up. Hal itu diungkapkan, Kasi Pidsus Kejari Parigi, Reza Hidayat yang ditemui Kaili Post beberapa pekan lalu. Dia mengatakan, sejumlah pihak yang rencananya akan dipanggil pihaknya salah satu diantaranya yakni, PA-PPK yakni Mawardin yang kini menjabat sebagai Kaban Kepegawaian Kabupaten Parmout, untuk dimintai keteranganan berbagai hal tentang proses pengadaan baliho pada pelaksanaan Sail Tomini. “Ini juga sudah merupakan perintah atasan, dan minggu depan saya akan mengundang PPK-nya,” jelasnya. ***

 

reporter: fharadiba

Pos terkait

banner 580x60