Napi Rutan Maesa Kota Palu Kabur

  • Whatsapp

PETUGAS yang berada di Rumah Tahanan (Rutan) Maesa kecolongan, salah seorang narapidana yang dibina di Rutan tersebut berhasil kabur. Hal itu di benarkan Kepala Rutan Maesa, Sopian Amd IP. SH, MH saat di temui sejumlah awak media, Rabu (22/2).

Kata Sopian, tahanan yang kabur pada Minggu 12 Februari 2017 lalu, bernama Muhammad Muntasir biasa di panggil Mat alias Toga yang di kenakan pasal 363 KUHP atas kasus pencurian dengan dakwaan setahun kurungan.

Muat Lebih

Dari informasi yang dihimpun, untuk menyikapi adanya tahanan yang kabur dari Rutan kelas II A Palu, pihaknya segera membentuk tim guna mencari keberadaan dan memburu tahanan yang ber hasi kabur.

Sopian menuturkan, kejadian  itu sekitar pukul 18.15 petang, Sopian yang saat itu bersama istrinya akan pergi berbelanja di jalan Patimura usai pulang kantor mendapati dari kejauhan nampak ada orang yang meloncati tembok Rutan. Melihat hal itu, Sopian sontak mengejar tahanan itu hingga masuk kedalam lorong yang tak jauh dari tembok Rutan.

“Ternyata disana sudah ada motor yang menunggu. Diduga teman dari tahanan yang kabur,” cerita, Sopian. Setelah kejadian itu, Sopian langsung melaporkan apa yang terjadi sambil berkoordinasi dengan petugas jaga yang berada di Rutan tentang adanya tahanan kabur.

“Ketika sampai di Rutan, Saya langsung mengecek apakah semua tahanan berada di ruang tahanan atau masih diluar, dan setelah melakukan pengecekan ternyata benar ada satu tahanan yang melarikan diri dari blok II B,” ujar Sopian.

Setelah kejadian itu, Sopian melakukan pemeriksaan langsung kondisi kamar tahanan, ventilasi dan terali besi. Dengan kejadian tersebut, dia dan petugas jaga lainnya langsung melakukan karantina terhadap teman sekamar Toga diruangan khusus guna menjalani hukuman kedisiplinan.

“Harapanya dengan peristiwa tersebut, penjagaan diperketat lagi, mulai dari absen para warga binaan, narapidana di tiap blok  Rutan, tiap menit akan kita periksa kembali satu persatu. Selain itu, sebelumnya memang ada terali yang patah dan kemudian dipatahkan pelaku ini dengan alat bengkel di Rutan,” bebernya.

Sopian mengaku, daya tampung warga binaan di Ruta Maesa tak lagi memadai. Sebab, jumlah Napi membludak hingga 306 orang Warbin. Sementara, idealnya papar dia, rutan yang ada di Indonesia hanya mampu menampun sebanyak 100 warbin.***

 

REPORTER/EDITOR: IDAM CHALIQ/MOH. RIDWAN

Pos terkait

banner 580x60