Pemdes Boyantongo Parmout Diduga Palsukan Tandatangan

  • Whatsapp

Reporter : fharadiba

PEMERINTAH Desa (Pemdes) Boyantongo Kecamatan Parigi Selatan diduga melakukan  emalsuan tandatangan, dalam laporan pertanggungjawaban pembangunan sejumlah infrastruktur yang dianggarkan melalui Dana Desa (DD).

Muat Lebih

Dugaan tersebut mengemuka, beberapa orang warga menerima informasi nama-nama mereka diduga dicatut dan termuat dalam laporan pertanggungjawaban tahap satu DD tahun 2016, untuk pembangunan sarana air bersih dan MCK yang dibangun disejumlah dusun di desa mereka.

Padahal, pembangunan sejumlah infrastruktur tersebut tidak pernah mereka laksanakan, dan bahkan tidak merasa melakukan penandatangan penerimaan uang sebagai upah dari pemerintah desa. Salah satu warga Boyantongo yang merasa kecewa atas kejadian tersebut yakni, Bahrun yang sehari-hari berprofesi sebagai kuli bangunan.

Dia mengatakan, mengetahui namanya dicatut dan tercantum menandatangani laporan pertanggungjawaban pembangunan sarana air bersih, saat pihak pemerintah Kecamatan Parigi Selatan mengundang dirinya untuk diminta keterangan oleh pihak Inspektorat.

Sesuai apa yang dilihat menurut dia, dalam laporan tersebut tercantum namanya dan telah ditandatangani sebagai penerima upah pekerja sebesar kurang lebih Rp1 juta. Padalah, meskipun pembangunan sarana air bersih tersebut dibangun didusun tempatnya tinggal, namun pihaknya tidak pernah mengerjakan pekerjaan tersebut. “Saya sangat kecewa. Bahkan, saya sempat mengambil KTP untuk diperlihatkan kepada Pak Camat untuk mencocokkan tandatangan dalam laporan itu, dan ternyata memang beda,” ujarnya kepada Sejumlah media, Minggu (19/2).

Sebagai warga Boyantongo kata dia, pihaknya sangat menyayangkan tindakan Pemdes tersebut, sebab pihaknya merasa sangat dirugikan. Sehingga, pihaknya meminta Pemdes memberikan penjelasan atas apa yang ditemukan pihaknya itu.

Senada dengan itu, Afdal warga Boyantongo yang juga disebut-sebut namanya termuat sebagai penerima upah pembangunan infrastruktur mengatakan, pihaknya memang secara langsung belum melihat laporan pertanggungjawaban tersebut.

Namun, jika memang benar namanya juga ikut dicatut dan tandatangannya dipalsukan dalam laporan pertanggungjawaban penggunaan DD untuk pembangunan MCK, pihaknya merasa sangat keberatan dengan tindakan yang dinilai telah merugikan warga tersebut. “Saya tidak terima. Apalagi, banyak warga yang sudah mulai tanya –tanya kesaya soal kebenaran itu, sementara saya tidak tahu apa-apa,” kata dia.

Selain dua nama tersebut, ada beberapa nama lainnya yang juga dicatut dan diduga dipalsukan namanya oleh Pemdes Boyantongo diantaranya, Faisal, Farid, Agus, Heri, Jasmin, Aswin, Fadel, Arbin, Royin, Herman dan Yayat.

Padahal, beberapa nama yang dimasukkan tersebut saat proses pembangunan sarana air bersih dan MCK tidak berada ditempat, atau sedang menyelesaikan pekerjaan bangunan diluar Desa Boyantongo. Misalnya, Jasmin yang saat itu bekerja bangunan di Desa Balinggi dan Aswin di Desa Suli Kecamatan Balinggi.

Sementara Herman, sudah kurang lebih lima tahun lamanya pindah domisili di Kecamatan Bolano dan Fadel yang sedang berada di Bungku Kabupaten Banggai. Usman Kapimpi Kades Boyantongo yang ingin dimintai tanggapannya terkait dugaan pemalsuan tandatangan tersebut oleh Sulteng Raya, saat didatangi kediamannya dalam kondisi kosong. Sesuai keterangan tetangganya, yang bersangkutan sedangan berada di Kabupaten Poso. ***

Pos terkait

banner 580x60