Baru Pulbaket, Jurist Janji Seret Tiga Anleg Parpol Besar

  • Whatsapp

TAHUN INI, Kejaksaan Negeri Parigi (Kajari) Kabupaten Parmout memprioritaskan 20 kasus tindak pidana korupsi. Tak tanggung-tanggung salah satu kasus prioritasnya bakal menyeret tiga kader partai politik besar, yang duduk sebagai anggota legislatif (Anleg) DPRD. Bahkan, salah satu dari tiga Anleg tersebut adalah unsur pimpinan DPRD. Jurist P Sitepu, Kajari Parmout kembali berjanji, seperti yang pernah dilansir Kaili Post sebelumnya. Padahal, saat ini masih tahap Pulbaket dan Puldata.

Kepala Kajari Parmout, Jurist P. Sitepu di ruang kerjanya, Senin (27/3) lalu mengatakan, berkaitan dengan wacana penangkapan sejumlah Anleg Parmout, saat ini pihaknya dalam tahap pemberkasan laporan pengumpulan keterangan (Pulbaket) dan pengumpulan data (Puldata). Jika semuanya telah rampung, dipastikannya pihak Anleg akan segera dipanggil untuk diminta keterangan. “Saat ini masih dalam tahap Pulbaket dan Puldata, yang jelas kasus Anleg DPRD Pramout salah satu kasus prioritas Kajari Parigi tahun ini,” ungkap Jurist.

Muat Lebih

Kata Jurist, prioritas tersangka ada tiga orang, semuanya dari partai besar, dan salah satunya merupakan unsur pimpinan DPRD Parmout. Namun, berdasarkan pengembangan dari laporan saat ini ada satu nama Anleg lagi yang mencuat, sehingga kata dia tidak menutup kemungkinan ada empat orang yang bakal terseret. “Untuk inisial nama saya belum bisa sebutkan, yang jelas mereka dari partai besar dan satu diantaranya merupakan unsur pimpinan di DPRD Parmout,” terang Jurist. Dia menuturkan, adapun keterlibatan kasus yang menyeret tiga anleg tersebut yakni, kasus proyek infrastruktur. Walaupun nilai budgetingnya tidak terlalu fantastis namun karena sifatnya merugikan uang daerah, maka pihaknya tidak segan-segan untuk mengambil sikap.

Lanjut dia, sejauh ini adapun hitungan kerugian uang daerah dalam kasus proyek tersebut tidak terlalu banyak, namun jika hal tersebut terus berulang-ulang dilakukan oleh pihak Anleg DPRD, maka perbuatan itu tidak akan ditoleransi lagi. “Dalam kasus ini kami sedikit harus lebih ekstra kerja, sebab nyaris semua proyek yang diketahui milik tiga Anleg tersebut menggunakan perusahaan orang lain, yang bukan mengatasnamakan pihak Anleg tersebut. Jadi kami harus lebih ekstra kerja lagi dalam laporan Pulbaket dan Puldatanya, jangan nanti kecolongan,” ungkap Jurist.

Ditambahkannya, sasaran utama dalam Pulbaket dan Puldata adalah, pekerjaan fisik dari proyek tersebut. Kata dia, hampir semua proyek yang dikerjakan pihak Anleg sangat tidak beres, bahkan nilai volume pekerjaan tidak sesuai dengan bestek, sehingga hal tersebut yang dijadikan pihaknya sebagai bahan utama untuk menyeret para Anleg. **

Reporter: Fharadiba

Pos terkait

banner 580x60