Berstatus Standar Nasional, SMAN 1 Parigi Banyak Kekurangan

  • Whatsapp

MESKI Telah berstatus Sekolah Standar Nasional (SSN), SMAN 1 Parigi di Kabupaten Parmout masih banyak kekurangan. Baik dari segi fasilitas sekolah seperti gedung dan ruang laboratorium bahasa hingga tenaga pengajar (guru). Ungkapan keprihatinan itu dikemukakan Kepala SMAN 1 Parigi, Drs Riyadin di ruang kerjanya, Senin (6/3).

Soal tingkat SSN, kata Riyadin, yang disandang SMAN 1 Parigi menurutnya, harus didukung dengan fasilitas yang memadai. Hanya saja, kenyataan saat ini, sekolah yang dipimpinnya masih banyak kekurangan seperti tenaga guru yang dianggapnya belum cukup. Contohnya, tenaga guru untuk mata pelajaran matematika yang seharusnya dibutuhkan sebanyak tujuh, namun hanya tiga orang saja yang tersedia.

Muat Lebih

Tidak hanya itu, berdasarkan kurikulum terdapat beberapa mata pelajaran yang tidak memiliki gurunya seperti Geografi, Seni Budaya, Sosiologi dan Agama Hindu. Sehingga, untuk memenuhi kekurangan tersebut pihaknya menggunakan tenaga guru honor yang insentifnya dibayarkan melalui dana komite.

“Tetapi pembayaran insentif bagi guru honor tersebut berdasarkan kesepakatan orang tua murid,” ujarnya.

Ia menambahkan, soal fasilitas gedung sekolah sebagiannya masih menggunakan bangunan lama yang dibangun pada tahun 1965. Begitu pula dengan ruang leb bahasa, saat ini fasilitasnya tidak dapart digunakan lagi karena rusak. Sehingga, untuk memenuhi daya tamping ruang kelas dengan jumlah siswa yang mencapai 966 orang, pihaknya terpaksa menggunakan bangunan tua, yang dibangun pada tahun 1965 tersebut. “Kami hanya berupaya untuk memaksimalkan, bagaimana proses belajar mengajar di SMAN 1 Parigi ini tetap berjalan dengan baik,” ujarnya. ***

reporter: steflin putong

 

 

Pos terkait

banner 580x60