Istri Terduga Teroris Datangi Mapolres Parmout

  • Whatsapp
Istri salah seorang terduga teroris berinsial IH yang ditangkap Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di Desa Pangi inisial A saat diwawancarai sejumlah wartawan di kediaman mertuanya. (FOTO : Steflin)

Jumat (10/3) Istri salah seorang terduga teroris berinsial IH (40) yang ditangkap Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di Desa Pangi Kecamatan Parigi Utara inisial A (35) datangi Mapolres Parmout.

Kedatangan A di Mapolres Parmout tersebut mempertanyakan alasan ditangkapnya IH oleh Densus 88 Anti Teror yang juga warga Desa Pangi. Kepada sejumlah wartawan, ia mengaku kaget ketika mendapat informasi bahwa suaminya ditangkap oleh Densus 88 Anti Teror karena terduga masuk dalam jaringan terorisme.

Muat Lebih

Saat suaminya ditangkap kata dia, dirinya tengah berada di kediamannya di Kota Parigi. “Saya mengetahui bahwa suamiku ditangkap dari mertua saya yang mendatangi kediaman saya di Kota Parigi memberitahukan hal itu. Saya pun shock mendengar bahwa suami saya ditangkap karena diduga terlibat dalam aksi terorisme,”

Ujar A yang mengaku berasal dari Kota Luwuk kepada sejumlah wartawan di kediaman mertuanya di Desa Pangi. Ia mengatakan, sebelum ditangkap oleh Densus 88 Anti Teror, ia mengetahui bahwa suaminya berencana mengangkut arang tempurung di Desa Pangi menggunakan sepeda motor.

Ditanyakan soal penjelasan dari pihak Mapolres Parmout, ia mengatakan, bahwa pihak Kepolisian tidak mengetahui hal itu. Pasalnya, penangkapan suaminya bersama dua orang terduga teroris tersebut dilakukan oleh Densus 88 Anti Teror. Sehingga, untuk menjelaskan hal itu merupakan kewenangan dari pihak Polda Sulteng.

“Ketika berada di Mapolres Parmout saya menyampaikan siap disumpah bahwa suami saya tidak terlibat dengan aksi terorisme karena saya mengetahui persis aktifitasnya. Sebelum menjadi pengepul arang tempurung, suami saya bekerja sebagai tenaga honorer di Kantor Kecamatan Sigi Kabupaten Sigi. Sebelum menikah, suami saya telah memiliki seorang istri. Hanya saja, istri pertama suami saya meninggal dunia. Saya berharap, agar suami saya dapat dilepaskan kembali. Rencananya, saya juga akan mendatangi Polda Sulteng untuk menjenguk suami saya,” ujar A yang mengaku tengah mengandung sembilan bulan itu.

Pos terkait

banner 580x60