Pelaku Akui Edarkan Narkoba Milik Oknum Polres Tolitoli

  • Whatsapp
RAHMAT, Korban penganiayaan yang diduga dilakukan oknum Satuan Narkoba Polres Tolitoli, sebelumnya Rahmat mengaku jadi pengedar Narkoba milik oknum polisi tersebut. Foto/romi

SEORANG Mahasiswa, Rahmat (20-an) mengaku mengedarkan barang narkotika milik oknum  polisi berinisial Briptu WLI yang disebut-sebut anggota narkoba Polres Tolitoli. Rahmat mengaku, kejadian itu bermula saat dirinya dipertemukan dengan WLI oleh salah seorang rekannya. Kala itu, dirinya ditawari  WLI  mengedarkan narkoba jenis sabu.

“Awalnya saya menolak, namun pelaku WLI terus membujuk saya dan menjamin saya tidak akan terjerat hukum,” cerita pelaku kepada wartawan, Selasa (14/3).

Muat Lebih

Beberapa pekan berlalu, orangtuanya mengetahui bahwa dirinya terjebak narkoba. Saat itu, orang tuanya memintanya untuk berhenti. Akhirnya Rahmat mengaku memutuskan berhenti sebelum menagih uang hasil penjualan sabu kepada konsumennya. Mendengar kejadian itu, kata Rahmat, WLI pun marah dan memintanya melunasi seluruh harga penjualan narkoba tersebut.

“Total penjualan sabu itu Rp20 juta, Saya tidak dapat menyebarkannya, dan Saya berhenti dari mata rantai peredaran narkoba sebelum sempat melakukan penagihan,

“ungkap Rahmat didampingi orang tuanya. Beberapa hari kemudian tepatnya Rabu malam (8/3), WLI bersama beberapa orang anggota Satnarkoba Polres Tolitoli melakukan penangkapan terhadap dirinya saat melintas di Kecamatan Donor bersama enam rekannya yang menggunakan kendaraan roda empat.

Rahmat kemudian digiring menuju kontrakannya di Kelurahan Tuweley. Sesampai di lokasi WLI langsung menyita sepeda motor milik Rahmat, kemudian melakukan penggeledahan di kamar kosnya. Alhasil anggota polisi menemukan barang bukti satu paket narkoba yang menurut Rahmat bukan miliknya dan sebelumnya tidak ada di lemari kontrakannya.

Tidak puas dengan hal tersebut, WLI dan anggota polisi lainnya pun melakukan penganiayaan terhadap Rahmat hingga mengakibatkan luka lebam di bagian wajah dan kepalanya.

“Pak WLI dan beberapa rekannya yang mengaku anggota Satnarkoba Polres Tolitoli langsung menganiaya saya. Selanjutnya saya tidak ingat lagi, sebab saya dipukuli hingga pingsan,” tutur Rahmat.

Merasa keberatan dengan kejadian itu, keluarga korban melaporkan kejadian itu kepada unsur pimpinan Polres Tolitoli untuk ditindaklanjuti.

“Ini tidak adil, anak kami hanya korban penjebakan oknum polisi, kasihan dia harus dianiaya seperti itu, kami minta kasus ini diselidiki,” pinta Abbas Kai, Ayah korban. Sebagai langkah awal pihak keluarga, rencananya korban akan menjalani visum di salah satu rumah sakit wilayah Tolitoli.

Menanggapi hal tersebut, Wakapolres Tolitoli, Kompol Sugeng Lestari berjanji akan menindaklanjuti laporan keluarga korban dengan memeriksa keterlibatan WLI dalam mata rantai peredaran narkoba, serta dugaan penganiayaan yang dilakukan beberapa oknum anggota Satnarkoba terhadap Rahmat.

“Kami sangat berterimakasih atas laporan ini, dan kami berjanji akan menindaklanjuti dengan melakukan visum terhadap korban, jika terbukti oknum polisi bersangkutan akan kami kenakan hukuman sesuai dengan perbuatannya,” tegas Kompol Sugeng Lestari.

Reporter: romi/tolitoli

Pos terkait

banner 580x60