POLEMIK PASHA vs KETUA DEKOT

  • Whatsapp
Mulai Dari Hobi, Profesi sampai Minta
Mundur

SIGIT PURNOMO Said ‘Pasha’ kembali menjadi bahan perbincangan di Sosmed, pemberitaan TV swasta nasional
hingga media lokal. Hal itu disulut karena kegiatan band yang dilakukan bersama
grup band lamanya UNGU. Pasha yang tampil konser di Singapura dan Malaysia
mulai adu argumen dan berpolemik dengan Ketua Dekot Ikbal Andi Magga.

Andi Iqbal Magga menyarankan Pasha kembali membaca UU No 23 Tahun 2014,
terutama pasal 76 Tentang larangan bagi kepala daerah dan wakil kepala daerah. “Sangat
jelas aturannya bahwa wakil kepala daerah tidak boleh terlibat dalam suatu
usaha atau badan usaha. Dan kegiatan menyanyi di luar negeri, Malaysia dan
singgapura, itu dalam rangka usaha industri grup band ungu,’’ kata iqbal (24/03/2017).

Muat Lebih

Politikus Partai Golkar itu mengkritik Pasha yang mengalihkan isu seolah
pembuatan album dan konser bersama band ungu hanya bagian dari hobi bermusiknya, “Hobi itu kalau sudah berbau uang namanya industri,’’ ujar Eky panggilan akrab
Ikbal.

Ia mengingatkan, Pasha sudah berkali kali berjanji dan bahkan bersumpah dihadapan
masyarakat Palu bahwa tidak akan lagi bernyanyi dan lebih berfokus ke tanggung
jawabnya sebagai Wakil Wali Kota dan membangun Kota Palu.

Menurut Iqbal ketidaktahuan Pasha sebagai Wakil Kepala Daerah menandakan
bahwa dia tidak profesional sebagai pejabat daerah. “Kalau memang jabatan ini membelenggunya untuk menjadi musisi, silahkan
saja dia mundur dari pejabat daerah, agar lebih fokus menyanyi.” Tandas
Eki serius.

Tanggapan anggota DPR Komisi 3 Bidang Hukum Dan Perundang Undangan DPR,
Ahmad M ali meminta Pasha fokus memberikan pelayanan kepada masyarakat, karena
masyarakat juga membutuhkan peran dan pelayanan dari pemerintah setempat. Iya
menilai, DPR Kota Palu bisa mengingatkan jika Pasha keliru dalam kegiatannya
sebagai pejabat dan artis. “DPR Palu memiliki kewenangan untuk menegur atau mengingatkan Wakil
Wali Kota Sigit Purnomo Said kalau salah.’’ Ungkap Ahmad M Ali

Menurut dia, kegiatan pasha bernyanyi di singapura beberapa waktu lalu
bersama kelompok grup band ungu, jika di kaitkan dengan jabatannya sebagai
wakil walikota palu, maka hal itu hanya persoalan etika. Ali mengatakan bila
kegiatan bernyanyi bersama band ungu di lakukan oleh pasha waktu waktu senggang
atau waktu libur, maka tentu menggangu tugas dan kewajibannya sebagai wakil
walikota palu. “Kalau kegiatan bernyanyi dilakukan di hari kerja dengan meninggalkan
tugas dan kewajibannya, maka DPR harus tegur, jangan berdebat di media,’’ sebutnya.
Iya menilai bahwa pasal 76 undang undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemda jika
di kaitkan dengan kegiatan bernyanyi wawali sigit memang menimbulkan
multitafsir.

Bukan hanya Ketua DPR dan anggota DPR RI yang
bersuara, beberapa Nitizen juga mengomentari tentang pasha yang sedang konser
di singapura itu, dari beberapa akun yang kami temui di salah satu Sosmed yang
sibuk membicarakan sigit purnomo said alias pasha itu seperti pro dan kontranya
seperti akun yang beratas nama

@Fajaro samauna : Wawali abal abal seekhh !! pigi ba kantor di singapore
saja sana, naheba manusia lee !!

@Penjual herba : Jujur aja nanya, sebenarnya prokernya pemerintah kota ini
apa? mengelola pemerintah atau mengelola hiburan?? kita masih punya daftar
panjang pekerjaan yang mesti di bereskan bersama, sampah, parkir, pemberdayaan
masyarakat lokal yang masih terabaikan, pembangunan prasana dan sarana.

@Agung kurniawan : Kalo bisa di gantikan dengan yang betul betul niat
bekerja untuk kota palu daripada banyak keluhan masyarakat yang di abaikan
sedangkan kepala daerahnya malah asik keluar negeri!!

dari semua nitizen yang kami dapat di sosmed
mengkritik, beberapa juga nitizen yang memberikan pembelaan kepada pak wawali
itu seperti akun.

@Sadik ahmad al : Tidak apa apa dia nyanyi itu kan
profesi utamanya sebelum jadi wawali… No problem  selama dia masih bisa
bagi waktu antara tugas dan profesinya. @Sherly Wuanya : Biar jo dia cari lebih
dengan menjual suara, daripada ada yang lebih tapi dengan cara korupsi hehehe. @Rahmat
porogoi : pak walikota dan pak gubernur saja tidak permasalahkan masalah ini, kenapa
ketua DPR yang protes **

Reporter: Andi Ridwan Ringgi

Pos terkait

banner 580x60