Polemik Proyek Jembatan Maku – Kaleke, Dewan Sigi BUNGKAM!

  • Whatsapp

POLEMIK Proyek Pembangunan jembatan Desa Maku – Desa Kaleke di Kabupaten Sigi kontrak tahun tunggal atau tahun jamak hingga tahun 2017 terus mengundang tanya. Kini giliran, sejumlah pihak mempertanyakan hak budgeting wakil rakyat itu. Pasalnya, diduga anggarannya tidak ada di APBD 2017.

‘’Logikanya, bila tidak ada nomenklatur anggarannya di buku APBD 2017, lantas untuk termin kedua sampai selesai menggunakan APBD apa. Padahal di papan proyeknya disebut dengan jelas menggunakan anggaran APBD Perubahan 2016,’’ ujar kontraktor Sigi geram. Namun dirinya bersyukur dengan sikap kukuh rekanan proyek itu fahruddin Yunus, SH yang menyebut itu anggaran tahun jamak.

Muat Lebih

‘’Kami akan ada bukti. Satu ketika bila ada pembayaran termin di tahun 2017 pasti itu dibayarkan tidak dari APBD,’’ tandasnya.

Selain Ketua DPRD Sigi, Moh Rizal Intjenai yang enggan bersuara ke wartawan, sejumlah anggota lainnya juga melakukan gerakan tutup mulut. Ketua Komisi III yang membidanagi hal itu, Torki Ibrahim Turra pun ketika dikonfirmasi via telponnya enggan menjawab.

‘’Nanti saya hubungi lagi kalua soal itu. Saya juga baru mau pelajari. Karena baru baca Kaili Post di facebook dan online-nya,’’ jawabnya sambal menutup pembicaraan. Setelah itu, telpon dan saluran komunikasi via inbok facebook, Torki enggan menjawab. Tiba-tiba offline dan tidak lagi online hingga tadi malam.

 

 
 

Proyek pembangunan jembatan Maku – Kaleke hingga kini belum selesai 100 persen. Proyek  Senilai Rp5,879 miliar itu disoroti sejak (07/03).

‘’Itu foto-foto yang kami kirim ke email Kaili Post dapat dilihat tanggal pemotretannya. Proyek itu harusnya sudah selesai, tapi hingga sekarang belum juga selesai,’’ ujar pengirim surat email ke hariansiangkailipost@gmail.com Sabtu (03/03). Menurut pengirim, ia meminta alamat emailnya dirahasiakan dan meminta ia mewakili masyarakat dua desa tersebut.

Ia menolak bila Dinas PU Sigi mengatakan bahwa proyek itu kontraknya tahun jamak atau multi years. Karena, tidak ada proyek di Sigi yang selama ini tahun jamak.

‘’Kami sudah ke PU dan menanyakan staf di sana. Katanya memang begitu karena tahun jamak. Tapi kami juga ke dewan Sigi menurut mereka tidak ada proyek di Sigi tahun jamak,’’ ungkap sumber.

Sementara itu, rekanan proyek itu Fahruddin Yunus membenarkan bahwa proyek itu adalah tahun jamak dan batas kontrak sampai 23 Mei 2017. Olehnya, ia tak menyoal apabila ada pihak-pihak yang tidak paham terkait tender dan proyek, khususnya pekerjaan jembatan Desa Maku – Kaleke.

‘’Sampaikan pada sumber anda, dia tidak paham proyek itu. Proyek itu kontrak dari Nopmeber 2016 dan selesai 23 Mei 2017. Mana ada kontraktor mau bangun jembatan hanya tiga bulan. Nanti disalahkan lagi kalau rusak,’’ ujarnya via telpon ketika dikonfirmasi. Ia tidak mempersoalkan sekarang ada pihak-pihak yang menolak proyek itu multi years.

‘’Saya tidak memikirkan itu. Saya hanya kerja dan insya Allah pekan depan sudah pengecoran lantai jembatan,’’ terang Didin lagi. ***

reporter/editor: andono wibisono

 

Pos terkait

banner 580x60