Polemik Uang Ganti Rugi Lahan Parmout, Rudi dan Rivani Saling Lempar ‘Dosa’

  • Whatsapp
Pic. Fokusriau

SKANDAL Kasus miliaran rupiah dana ganti rugi lahan Pemkab Parmout hingga kini terus bergulir. Penanganan kasus itu masih ranah Panitia Kerja (Panja) aset DPRD Kabupaten Parmout. Sebagaimana menindaklanjuti hasil temuan BPK RI Perwakilan Sulteng. Kemarin (28/02) Panja DPRD melakukan rapat dengar pendapat di ruang aspirasi. RDP itu dihadiri mantan juru bayar lahan Pemkab, Rudi.  Keterangannya, Rudi pun ‘lempar handuk’ dengan pernyataan Rivani Makaramah sebelumnya pada dewan.

Ketua Panja Aset DPRD, Mohamad Fadli yang dikonfirmasi Kaili Post via telepon genggamnya mengatakan, dalam rapat dengar pendapat yang dipimpin pihaknya sebagai Ketua Panja Aset, pihaknya menilai pernyataan yang dilontarkan mantan juru bayar lahan Pemkab atas nama Rudi, bertolak belakang dengan peryataan Rivani Makaramah.

Muat Lebih

Sebab, kata dia, jika melihat kembali pernyataan Rivani Makaramah pada bulan lalu saat menghadiri rapat dengar pendapat, yang dimana menurut Rivani bahwa semua lahan Pemkab yang telah dibebaskan, untuk pembayaran lahan sepenuhnya diberikan ke juru bayar lahan PUM atas nama Rudi.

Namun pernyataan itu dibantah Rudi. Menurut Rudi, pihaknya hanya mengambil uang pembebasan lahan dari bendahara umum, yang kemudian pihaknya berikan ke Rivani sebagai PPTK.

“Katanya Rudi tidak membayarkan langsung ke para pemilik lahan, Rudi hanya sebatas mengambil fisik uang lahan tersebut yang kemudian diberikannya ke PPTK yakni Rivani. Selanjutnya Rudi melakukan dokumentasi terhadap serah terima uang tersebut dari Rivani ke pemilik lahan. Seperti itu penuturannya Rudi dihadapan kami,” ungkapnya.

Masih menurut Rudi, ditirukan Fadli, berkaitan dengan sejumlah masyarakat pemilik lahan yang tidak menerima penuh uang ganti rugi lahan yang sebagaimana tercantum dalam DPA, menurut Rudi hal itu ia ngaku tidak ketahui. Sebab, untuk hal pembayaran lahan sekali lagi pihaknya tidak tahu, namun Rivani Makaramah yang mengetahuinya.

“Khusus polemik ganti rugi lahan pekuburan yang terletak di Desa Jononunu sebesar 350 juta rupiah, yang ternyata hanya 20 juta rupiah dibayarkan ke pemilik lahan, kata Rudi hal itu pihaknya tahu. Namun, pernyataan yang berbeda pula yang disampaikan Rivani. Bahwa lahan pekuburan Desa Jononunu sepenuhnya telah Rivani bayarkan, dan uang fisik 350 juta rupiah seluruhnya diberikan ke Rudi, ini aneh, dua pernyataan yang berbeda antara Rudi dan Rivani, untuk pembuktiannya siapa yang berbohong nanti ada ranahnya sendiri,” jelasnya.

Lanjut dia, saat rapat dengar pendapat yang dilakukan Panja aset (Selasa.Red), Rivani Makaramah tidak menghadiri rapat tersebut, padahal pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan untuk meminta jawaban atas polemik lahan Pemkab.

Kata dia, yang hadir dalam rapat tersebut, ada mantan Kabag PUM, Zulfinasran yang kini menjabat sebagai Kadis PU, mantan juru bayar Lahan Pemkab Parmout, Rudi, beberapa pemilik lahan dan pihak Aset dari Badan Keuangan. Fadfli melanjutkan, untuk hasil dari rapat dengar pendapat yang telah dilakukannya dengan pihak-pihak terkait, selanjutnya pihaknya akan melakukan rapat internal dengan seluruh anggota Panja aset DPRD untuk menarik kesimpulan terkait rekomendasi seperti apa yang nantinya akan diterbitkan.

“Hasil dari rapat internal itu, kami akan sampaikan ke paripurna, nanti Paripurna baru bisa diputuskan apakah rekomendasi Panja Aset akan di bawah ke ranah hukum atau bagaimana, yang jelas kami akan bekerja sesuai dengan aturan yang ada. Jika salah, nanti hukum yang akan memprosesnya,” terangnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, menanggapi pertanyaan-pertanyaan anggota Panja Aset, mantan Kasubag Pertanahan bagian Pemerintahan Umum Sekretariat daerah Rivani Makaramah yang dituduhkan dalam polemik tersebut mengungkapkan beberapa fakta terkait pembebasan lahan. Bahkan, Rivani yang kini menjabat sebagai Kasubag Pemerintahan Umum terkesan curhat dalam rapat kerja Panja Aset DPRD Parmout.

“Jujur saya pusing dengan masalah ini, bahkan nomor telepon saya harus saya ganti berkali-kali, tidur pun sudah tidak nyenyak. Bukannya saya menghindar dari teman-teman wartawan, LSM tapi saya harus menenangkan diri terlebih dahulu. Jadi hari ini jika hanya saya disoroti maka saya buka-bukaan saja siapa-siapa yang terlibat dalam urusan pembebasan lahan Pemkab,” ungkap curhatan Rivani.

Berkaitan dengan pembebasan lahan kubur Desa Jono Nunu Kec.Parigi Tengah, menurut Rivani,  pihaknya juga sudah memberikan uang tunai sesuai yang tercantum dalam DPA yakni Rp350 juta ke juru bayar atas nama Rudi, adapun hanya RP 20 juta yang dibayarkan silahkan pihak Panja Aset DPRD tanyakan ke juru bayar dan Kades Jono Nunu.

Ditambahkannya, khusus pembebasan lahan dan pembayaran lahan tahun 2015 bukan hanya pihaknnya yang bertanggung jawab, namun mantan Kabag PUM yakni Zulfinachri dan juru bayar atas nama Rudi juga bertanggung jawab dalam lahan 2015 tersebut.***

 

Reporter: Fharadiba

Pos terkait

banner 580x60