Politeknik Palu Belum Bayarkan Gaji Pegawai

  • Whatsapp
 

KAMPUS swasta Politeknik Palu yang beralamatkan di bumi roviga Kelurahan Tondo Kecamatan Mantikulore itu, hingga kini belum membayarkan gaji pegawai hingga dosen selama tahun 2016.

Belum terbayarnya gaji para pegawai itu, mulai sejak Januari 2016 hingga Maert 2017. Bahkan, pihak pegawai Kampus Politeknik merasa bingung atas tindakan pihak yayasan yang tidak memberikan alasan jelas.

Muat Lebih

kasus ini juga telah lama didiamkan pegawai, bahkan pegawai juga sempat melakukan unjuk rasa menuntut Direktur yayasan Politekni Palu bertanggung jawab atas kebijakan yang dikeluarkan oleh yayasan.

Sebanyak 50 pegawai yang belum di bayarkan gajinya itu, saat ini telah di tangani oleh pihak  Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Serikat Buruh Niaga, Informatika, Keuangan, perbankan dan aneka Industri (FSB Nikeuba) Kota Palu.

Sidang Mediasi yang di lakukan pada Selasa (7/3) bertempat di Dinas UPT Nakertrans  tidak di hadiri oleh direktur yayasan Nosarara Nosabatutu Drs. Ir, Rosdiati Dg Rahmatu, MP dan ketua yayasan Nursalam yang saat ini menjabat sebagai Kepala Dinsa sosial Kota Palu, padahal pihak Nakertrans Provinsi telah menyurati pihak tersebut.

Mediasi – Kampus swasta Politeknik Palu yang beralamatkan di bumi roviga Kelurahan Tondo Kecamatan Mantikulore itu, hingga kini belum membayarkan gaji pegawai hingga dosen selama tahun 2016. Polemik itu berujung pada mediasi di Dinas UPT Nakertrans Sulteng. Foto: Dedi Rahmat Dai/ Kaili Post.

Pihak pegawai juga menuntut beberapa hal kepada pihak yayasan, di antaranya pembayaran upah pegawai, kemudian jaminan BPJS Ketenaga kerjaan dan BPJS Kesehatan.

“Harapan kami pihak yayasan Kampus Politeknik membayar gaji kami sesuai ketentuan yang ada, selain itu BPJS Ketenaga kerjaan dan BPJS Kesehatan yang di janjikan kekami harus di berikan,” pinta salah satu pegawai saat mediasi, Gasim, Selasa (7/3).

Kata dia, persoalan itu sudah beberap kali di komunikasi dengan Direktur Politeknik dan ketua yayasan terkait gaji yang belum di bayarkan selama setahun lebih. Tetapi, dalam komunikasi yang dibangun bersama pihak yayasan tidak menemukan titik terang.

Selain upayah tersebut dilakukan di tahun 2016 lalu, Walikota Palu pernah melakukan mediasi bersama pihak Direktur, ketua yayasan serta pegawai Politekni  di ruang kerja Walikota, namun lagi-lagi tak membuakan hasil.

“Tahun 2016 kemarin pernah di mediasi oleh Walikota Palu langsung, tetapi hasilnya Nihil,” Tutur Dosen Politeknik Palu, Yudin.

Dalam rapat mediasi yang di pimpin oleh Mediator Hubungan Industri Provinsi Sulteng, Susang Lembang, S.sos menunda sidang mediasi itu hingga dua minggu depan dan berupaya untuk meng hadirkan Pimpinan Yayasan.

Selain itu pihak DPC Fsb Nikeuba Kota Palu, menegaskan ketika kasus ini tidak bisa di selesaikan secara mediasi. Pihaknya akan mengajukan perkara itu kerana hokum

“Ketika upaya mediasi ini tidak selesai maka kami akan membawa masalah ini kerana hukum,” Tegas Afandi.***

Reporter/editor: Dedi Rahmat Dai/Moh Ridwan

 

 

Pos terkait

banner 580x60