Proyek Jembatan Maku – Kaleke Berpolemik, Rekanan Ngotot Multi Year’s

  • Whatsapp

PROYEK Pembangunan jembatan Desa Maku – Desa Kaleke di Kabupaten Sigi yang hingga kini belum selesai 100 persen mulai mendulang polemik. Pasalnya, proyek senilai Rp5,879 miliar itu disoroti hingga kini (07/03) belum juga selesai. Beberapa pihak di Sigi menilai proyek itu harusnya diputus kontrak karena sudah melebihi waktu wajar kontrak setahun.

‘’Itu foto-foto yang kami kirim ke email Kaili Post dapat dilihat tanggal pemotretannya. Proyek itu harusnya sudah selesai, tapi hingga sekarang belum juga selesai,’’ ujar pengirim surat email ke hariansiangkailipost@gmail.com  Sabtu (03/03). Menurut pengirim, ia meminta alamat emailnya dirahasiakan dan meminta ia mewakili masyarakat dua desa tersebut.

Muat Lebih

Ia menolak bila Dinas PU Sigi mengatakan bahwa proyek itu kontraknya tahun jamak atau multi years. Karena, tidak ada proyek di Sigi yang selama ini tahun jamak.

‘’Kami sudah ke PU dan menanyakan staf di sana. Katanya memang begitu karena tahun jamak. Tapi kami juga ke dewan Sigi menurut mereka tidak ada proyek di Sigi tahun jamak,’’ ungkap sumber.

 

 

Untuk mencari kebenaran dari polemik itu, Kaili Post mencoba menghubungi Ketua DPRD Sigi, Moh Rizal Intjenai kemarin via telponnya. Awalnya, Rizal mengangkat dan meladeni.

‘’Saya lagi rapat dengan Pak Prof (Prof Aminuddin Ponulele.Red) ini saudaraku. Nanti kita telpon lagi,’’ jawabnya sambil berbisik dan meminta untuk menelpon kembali.

Selang beberapa jam, ba’da Isya kembali Rizal dihubungi redaksi tapi sudah tidak mau mengangkat telponnya. Yang didengar adalah suara NSP sholawat nabi. Begitu juga di kirimi pesan singkat dua kali tentang kejelasan polemik proyek itu tahun jamak atau tidak, ia tak bergeming membalas atau mengangkat telpon genggamnya.

Sementara itu, rekanan proyek itu Fahruddin Yunus membenarkan bahwa proyek itu adalah tahun jamak dan batas kontrak sampai 23 Mei 2017. Olehnya, ia tak menyoal apabila ada pihak-pihak yang tidak paham terkait tender dan proyek, khususnya pekerjaan jembatan Desa Maku – Kaleke.

‘’Sampaikan pada sumber anda, dia tidak paham proyek itu. Proyek itu kontrak dari Nopmeber 2016 dan selesai 23 Mei 2017. Mana ada kontraktor mau bangun jembatan hanya tiga bulan. Nanti disalahkan lagi kalau rusak,’’ ujarnya via telpon ketika dikonfirmasi. Ia tidak mempersoalkan sekarang ada pihak-pihak yang menolak proyek itu multi years. ‘’Saya tidak memikirkan itu. Saya hanya kerja dan insya Allah pekan depan sudah pengecoran lantai jembatan,’’ terang Didin lagi. ***

reporter/editor: andono wibisono

 

Pos terkait

banner 580x60