Saluran Irigasi Tidak Maksimal, Jalur Trans Sulawesi Tolai Langganan Banjir

  • Whatsapp

 

SETELAH diguyur hujan kurang lebih dua jam lamanya, sungai Tolai yang membelah Kecamatan Torue dan Balinggi Kabupaten Parmout, kembali menjadi langganan banjir dan meluap menutupi jalur utama trans Sulawesi minggu malam. Banjir setinggi betis orang dewasa, diduga akibat dari pembangunan saluran irigasi yang tidak maksimal. Bahkan, pengendara roda dua maupun masyarakat yang melintas jalur tersebut harus ekstra hati –  hati, lantaran arus deras tepat berada dibadan jalan.

Muat Lebih

“Jalan ini merupakan penghubung utama antar Kabupaten dan Provinsi di Sulawesi Tengah. Ini merupakan banjir pertama diawal tahun 2017. Air yang meluap, disebabkan tanggul yang ada dihulu sungai sudah jebol,” ungkap Kadek Arta, yang ditemui di lokasi banjir, Senin (13/3).

Warga setempat mengaku, meski saluran irigasi telah dibangun dua tahun yang lalu, namun dinilai belum cukup maksimal. Sehingga, masyarakat berharap Pemerintah terkait agar segera memperbaiki seluruh irigasi di desa tersebut. Pasalnya, setiap tahun dusun 8 Desa Tolai, yang dihuni kurang lebih 150 Kepala keluarga menjadi langganan banjir apabila tidak mendapatkan perhatian serius.

Pantauan media ini, genangan juga sempat membuat jalur tersebut lumpuh sekitar setengah jam karena banyaknya pengendara roda dua maupun empat yang ragu melintas lantaran arus deras tepat berada dibadan jalan.

Polisi setempat yang mendatangi lokasi, langsung mengurai kendaraan yang melintas dari kedua arah, dengan kecepatan rata – rata 20 kilometer perjam. Bahkan ada beberapa pengendara terpaksa berbalikarah karena takut untuk melintas.

“Bahaya juga pak kalau melintas, karena arusnya deras,” tutur salah satu pengendara yang berbalik arah menunggu air surut.

Selain menggenangi badan jalan, banjir juga menggenangi beberapa pemukiman warga yang rendah sehingga sebagian warga menjadi panik karena genangan air.

Meski tidak menimbulkan kerugian materil, namun warga Desa setempat masih menyimpan kekhawatiran dan tetap meningkatkan kewaspadaan serta menyiapkan tempat yang aman apabila sewaktu – waktu luapan sungai kembali meninggi.

“Kami tetap waspada pak, meski saat ini hanya hujan rintik – rintik. Tidak menutup kemungkinan dihulu sungai hujannya lebatnya,” ucap salah satu warga, tengah membersihkan halaman rumahnya yang terendam banjir.

Keterangan Foto : Setelah diguyur hujan kurang lebih dua jam lamanya, sungai Tolai yang membelah Kecamatan Torue dan Balinggi Kabupaten Parmout, kembali menjadi langganan banjir dan meluap menutupi jalur utama trans Sulawesi minggu malam, Senin (13/3).

Editor: Fharadiba

Pos terkait

banner 580x60