Sapi Indukan Wajib Bunting, DISPKH Parmout Sahuti Program Nasional

  • Whatsapp

TAHUN 2017, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DISPKH) Kabupaten Parmout, menyahuti program Nasional yang  telah di lounching oleh Presiden RI Joko Widodo belum lama ini. Program tersebut yakni Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB), yang nantinya program pelaksanaannya meliputi dua bagian, yaitu dengan cara Inseminasi buatan yang dikenal dengan (IB) dan kawin alam.

Kepala Bidang Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, I Wayan Purnama yang ditemui kaili Post diruang kerjanya mengatakan, program SIWAB sudah dilaksanakan tahun 2017 ini,  dan pihaknya sekarang telah mendata semua masyarakat se-Kabupaten Parmout yang memiliki sapi betina.

Muat Lebih

Dia menjelaskan, program tersebut telah dilaksanakan oleh pihaknya. Dan semua petugas-petugas yang ada dilapangan sementara melakukan kawin suntik terhadap sapi betinayang dianggap memenuhi syarat.

“Semua masyarakat yang memiliki sapi betina khususnya sapi yang siap di Inseminasi Buatan (IB), karena tidak semua sapi yang bisa di IB,” ujarnya

Ia menambahkan, semua jumlah populasi sapi yang ada di se-Kabupaten Parmout berdasarkan hasil felidasi data di Tahun 2016 kemarin yaitu berjumlah 28 Ribu. Parmout adalah jumlah ke Tiga terbesar di Sulawesi Tengah.

Menyinggung soal Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB), Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan merencanakan program yang sudah di lounching oleh Provinsi yang di kenal dengan Sulawesi Tengah Sejuita Sapi (S3).

“Dia mengharapkan di Tahun 2021 Sulawesi Tengah populasi sapinya sudah mencapai target Sejuta Sapi, dan mudah-mudahan terwujud dengan adanya program Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB),” terangnya.

Kata dia, karena kalau bantuan-bantuan dalam bentuk sapi sekarang sudah terbatas sekali, jadi yang dioptimalkan sekarang adalah sapi-sapi milik masyarakat bagaimana bisa bunting.***

 

Reporter: Steflin Putong

Pos terkait

banner 580x60