SMKN 3 Palu Dukung Sekolah Gratis

  • Whatsapp

GERAKAN Kembali ke sekolah 1000 harapan anak bangsa yang dicanangkan Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, bertujuan untuk memberdayakan anak – anak yang sudah putus sekolah. Hal itu mengantisipasi masih banyaknya anak tidak mampu membayar atau tidak punya kemampuan ekonomi. Baik di tingkat lulusan SLTP atau SMP. Ada pula yang putus sekolah tapi masih sekolah dengan alasannya keuangan tidak menentu sehingga berhenti.

Demikian dikatakan Kepala Sekolah SMK 3 Palu, Triyono.

Muat Lebih

SMK 3 PALU, sebagai salah satu penyelenggara program ini sangat mengapresiasi kebijakan Pemprov — Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan provinsi untuk urut serta melaksanakanprogram ini dengan  membuka keran yang arti menerima mereka – mereka kategori usia kurang lebih 15-16 sampai 21 tahun belum menikah tetapi putus sekolah untuk kembali bersekolah.

Tahun ini jadi karna gerakan sebenarnya sudah dimulai bahkan ada juga beberapa siswa mulai duduk bersama ini disebut penyesuaian. ‘’Program ini bukan tahun depan karna justru tahun pelajaran ini akan diberikan proses pembelajaran yang tentunya spesifik kurikulum tetap sama hanya bagaimana cara pelaksanaannya karna sudah masuk semester genap sehingga sekolah perlu melakukan satu model pembelajaran yang pas dan tertentu ada ketinggalan – ketinggalan materi pelajaran itu nanti di ramu oleh sekolah bersama guru – guru yang akan di tugaskan mengajar pada program ini,’’ ujar Kepala Sekolah SMK 3 Palu, Triyono pada Kaili Post.

Setelah lulus dari SMK diharapkan dapat mandiri yaitu dapat bekerja di perusahaan, industri, wirausahawan atau mandiri. Karena SMK 3 Palu khususnya akan memberikan keterampilan yang memang pendekatan ke live skill.  Sekarang wajib belajar sesuai UU Sistim Pendidikan Nasional, selama sembilan 9 tahun.

SMA/SMK, sendiri program yang menyentuh itu adalah pendidikan menengah universal (PMU), jadi  sebenarnya wajib atau belum tapi di harapkan mendekati wajib anak – anak yang lulus dari SMP tadi di harapkan tidak berhenti malah melanjutkan pendidikan lebih tinggi dalam hal ini SMA atau sederajat SMK. **

Reporter: Annas Alhabsyi Usman

 

Pos terkait

banner 580x60