Tanpa Wagub Sulteng, Lebih Netral

  • Whatsapp

POLEMIK Yang terjadi di kubu partai politik pengusung Gubernur Longki Djanggola antara PAN dengan tiga parpol lainnya, soal bakal calon wakil gubernur, mengundang keprihatinan partai pendukung. Bahkan, menurut parpol pendukung, Gubernur Longki Djanggola tanpa wakil gubernur pun tidak menyalahi aturan.

‘’Tanpa wakil gubernur pun hingga akhir jabatan, tidak ada pasal yang dilanggar. Ini wacana kami lontarkan,’’ ujar Wakil Ketua DPD PDI-P Sulteng Ashar Yahya, SE pada wartawan kemarin (02/03) di Palu. Mengapa dirinya mewacanakan itu? Lanjutnya demi menjaga silaturahim partai politik pendukung dan pengusung dalam bingkai koalisi yang harmoni.

Muat Lebih

Dijelaskan Ashar, konflik partai pengusung makin meruncing paska digantinya posisi Sekretaris DPD PAN Sulteng. Ia memaknai, hal itu sudah membangun sentiment hubungan yang kurang kondunsif. Karena koalisi bertugas mengawal hingga lima tahun. Bukankah sudah ada dua calon yang dilahirkan oleh partai pengusung?

‘’Benar tapi apakah itu nanti tidak melahirkan konflik politik baru. Ada tahap dimana nanti akan diusulkan ke dewan. Jangan sampai menjadi liar di tingkat tahapan pemilihan,’’ ujarnya.

Menurut Ashar, mekanisme dan prosedur politik koalisi yang melahirkan dua calon yaitu Hidayat Lamakarate dan Zainal Daud belum bulat di internal koalisi. Yang terang benderang adalah PAN. Walaupun, dalam prosedur dan mekanisme politik koalisi, PDI-P dan Demokrat tidak memiliki hak, tapi dalam frakmentasi politik koalisi berhak menjaga stabilitas dan harmoni koalisi.

‘’Benar adanya kita partai pengusung tidak memiliki hak dalam prosedur dan mekanisme pencalonan. Benar. Tapi ingat, kami memiliki hak politik dalam koalisi untuk menjaga agar permanen, stabil dan harmoni. Hak partai pengusung secara politis justru sangat besar,’’ terang mantan anggota dewan Palu dua periode itu dari Golkar.

Lantas bagaimana jalannya roda pemerintahan tanpa Wagub? Mengingat besarnya wilayah Sulteng? Terlebih kesibukan Gubernur kadang banyak disibukkan dengan seremonial?\

‘’Bisa dengan perbanyak staf ahli saja. Misalnya; urusan staf ahli dapat dilibatkan untuk menjangkau kepentingan kewilayahan. Atau setiap sektor atau bidang yang jadi prioritas. Banyak modelnya. Ini tidak lain usulan agar ada harmoni nantinya baik saat pemilihan dan paska pemilihan. Dukungan politik partai pengusung dan pendukung harus solid,’’ tandas fans berat Ahok bila di medsos belakangan ini.

Sebelumnya, pihak Gerindra telah menyatakan dengan bulat bahwa prosedur dan mekanisme pencalonan partai pengusung sudah final dan absah. Tapi belakangan DPD PAN, melalui Sekretaris barunya Rusli Dg Palabi meminta partai pengusung berembuk kembali. Diketahui PAN memiliki calon sendiri yaitu Oscar Paudi. ***

Reporter: Andono Wibisono 

Pos terkait

banner 580x60