Terpidana Basran di PAW, Gubernur Sulteng Belum Sahuti SK

  • Whatsapp
Pic : KabarPapua

MEMASUKI minggu pertama, Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Longki Djanggola belum menyahuti surat Pergantian Antar Waktu (PAW) yang dilayangkan oleh pihak DPRD Kabupaten Parmout, terkait pelantikan pengganti terpidana Kader partai Gerindra atas nama Basran, yang juga duduk sebagai anggota DPRD Kabupaten Parmout.

Sekretaris DPRD Parmout, Armin S.Pd M.Si yang ditemui Kaili Post diruang kerjanya, Selasa (28/2) mengatakan, terkait pelantikan PAW pengganti Basran sudah kami tindaklanjuti, semua berkas yang bakal dilantik menggantikan Basran telah rampung. Namun SK rekomendasi PAW dari pihak Gubernur belum masuk ke DPRD Parmout.

Muat Lebih

“Orang kedua dari partai Gerindra asal Dapil III yakni Ahmad Daeng Mabela. Beliau yang akan menggantikan posisi Basran di kursi anggota DPRD Kabupaten Parmout,” ungkap Armin, Selasa (28/2).

Pihaknya mengakui, ada keterlambatan dalam proses PAW, sebab pihaknya baru menerima salinan putusan terpidana Basran pada bulan November 2016 lalu. Dan pemberkasan Ahmad Daeng Mabela pun, baru rampung pada bulan Januari lalu. Sehingga, beberapa prosedur PAW terlambat.

Dia menuturkan, jika pihak Gubernur Sulteng membalas surat yang dilayangkan pihaknya, maka secepatnya akan dilakukan pelantikan PAW. Dari sisi anggaran pelantikan pun sudah disediakan, hanya tinggal menunggu surat balasan Gubernur.

Dijelaskannya, sesuai dengan aturan, jika dalam waktu dua minggu pihak Gubernur belum juga memberikan balasan dari surat itu, maka pihaknya yang akan mendatangi langsung Gubernur, guna mempertanyakan SK PAW.

“Aturannya begitu, jangka waktu menunggu balasan surat dari Gubernur hanya dua minggu. Jika dalam jangka waktu tersebut  pihak Gubernur tidak menyahuti maka kami yang akan meminta langsung, namun ini

kan masih memasuki satu minggu berjalan, berarti kami masih menunggu hingga batas minggu depan” jelasnya.

Dia menambahkan, kekurangan satu anggota DPRD dari fraksi GeriNdra, berdampak pada fraksi Gerindra itu sendiri. Sebab, secara tak langsung suara fraksi Gerindra di Paripurna akan berkurang satu suara.***

 

Reporter: Fharadiba

Pos terkait

banner 580x60