Sekdaprov Dorong Agar ASN Terus Disiplin

  • Whatsapp

Sumber: Humas Pemprov
SEKRETARIS
Daerah provinsi Sulteng Mohamad Hidayat Lamakarte, menggelar focus group
discussion (FGD) Kamis jelang petang hari (16/8/2018) di ruang Polibu kantor
gubernur. Diskusi itu membahas seputar kedisiplinan aparatur sipil negara di
lingkup Pemprov. 
Hidayat
yang didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Zubair, S. Menambahkan tingkat
kedisiplinan ASN perlu mendapat perhatian yang cukup serius dari semua pihak
dan didalami lebih komprehensif.  Hal itu diungkapkan dalam rangka
melakukan usaha perbaikan kinerja, sumber daya manusia dan etos kerja ASN di
Sulteng. 
Menurutnya,
ada beberapa variabel penting yang perlu dikaji dalam meningkatkan hal
tersebut.  Diantaranya adalah kepemimpinan, disiplin kerja,  serta
pendidikan dan pelatihan bagi para ASN. Bersamaan dengan diskusi yang
dihadiri oleh kepala sub bagian kepegawaian dari organisasi perangkat daerah
se-Sulawesi Tengah, Sekda Hidayat membagikan kuesioner.
Kuesioner
yang dibagikan merupakan instrumen penelitian yang digunakan untuk kegiatan
ilmiah dalam rangka penyusunan disertasi, sebagai pra syarat untuk meraih gelar
Doktor. Bidang kajian utama ilmu administrasi publik di program paska sarjana
Universitas Tadulako. Tema disertasi yang diangkatnya relevan dengan apa
yang Sekda hadapi di kesehariannya. Pengaruh kepemimpinan, disiplin kerja,
pendidikan dan pelatihan terhadap kinerja aparatur di lingkungan sekretariat
daerah Provinsi Sulteng. 
Ia
meminta agar apa yang diisi pada kuesioner dilakukan secara jujur dengan
realita di lapangan, karena rahasia  akan dijamin sepenuhnya dan sejatinya
hal ini dibutuhkan untuk kajian mendalam di bidang ilmiah. Yang pada akhirnya
akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan sebuah kebijakan
strategis di daerah. Khususnya peningkatan para ASN di bumi Tadulako. 
Beberapa
peserta diskusi mengungkapkan imbas dari kebijakan penegakan disiplin yang
diterapkan di lingkup kerja masing-masing OPD. Diantaranya adalah timbulnya
konflik kepentingan. Hal ini dicontohkan ketika penegakan disiplin tidak
sejalan dengan kemauan pimpinan atau tersanderanya para kasubbag ketika harus
mencatat pelanggaran yang dilakukan oleh rekan kerjanya sendiri. Hal itu menjadi
serba salah,  satu sisi disiplin harus ditegakkan, .di sisi lainnya
penegakan disiplin justru menimbulkan ketidaknyamanan. 
Untuk
hal tersebut,  para penegak disiplin di tiap lingkup kerja meminta
kejelasan mengenai prosedur baku yang harus diambil,  serta perlindungan
kepada pimpinan apabila dalam pelaksanaan penegakan disiplin menimbulkan
konflik kepentingan sesama pegawai. Diskusi berlangsung cair dan
intim. Layaknya orang tua dan anak. Karena Sekda memberikan ruang
kepada peserta diskusi untuk menyampaikan berbagai masukan positif dan realita
yang terjadi. 
Hal
lainnya menurut pandangan peserta diskusi, mengenai kedisiplinan adalah
pengaruh kesejahteraan. Diungkapkan bahwa ada bidang atau bagian tertentu pada
OPD yang tingkat kesejahteraannya dalam tanda kutip cukup basah.  Dan
bagian lainnya yang tanda kutip kering. “Menurut kami pak Sekda,  disiplin
berkaitan dengan kesejahteraan.  Ada bagian yang di tempat itu seperti
hujan. Dan bagian lain hanya gerimis cenderung kering.  Apalagi di bagian kami
yang hanya urus berkas kertas”, ujar salah satu peserta.
Sekda
Hidayat menyimak satu persatu masukan dan pendapat dari beberapa peserta
tersebut.  Ia juga menanyakan para kasubbag perihal respon pimpinan mereka
mengenai dinamika penegakan disiplin di bawah komandonya.  Katanya,
 respon atau gaya kepemimpinan di lingkup OPD sangat menentukan kinerja
bawahannya. Kemudian evaluasi berjenjang juga harus dilaksanakan secara
intensif.  Pimpinan dituntut memiliki kesabaran,  kebijakan,
 komunikatif, tidak otoriter.  Tetapi sekaligus pula harus memiliki
ketegasan dalam menegakkan disiplin jika ingin kinerja anak buahnya
meningkat.** 

Pos terkait

banner 580x60