Front GMF Duduki FISIP

  • Whatsapp

Reporter:
Yohanes clemens
FRONT Gerakan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako (Untad), Senin 17 September 2018
menduduki kampus FISIP Untad. Mereka menduduki FISIP Untad atas dasar tidak
keluar Dekan FISIP saat aksi berlangsung untuk berdialog. Sebelumnya, Front GMF
melakukan aksi unjuk rasa menggelilingi halaman FISIP. Aksi itu dilakukan untuk
memperjuangkan keadilan terhadap mahasiswa FISIP.
Menurut
koordinator lapangan (Korlap) mengatakan, kampus saat ini seakan-akan menjadi
penjarah akademik bagi kebebasan mahasiswa. Setiap tahunnya uang kuliah tunggal
(UKT) terus naik. Tetapi tanpa dibarengi dengan kenyamanan mahasiswa dalam
proses belajar maupun mengembangkan kreatifitas mahasiswa. Persoalan ini adalah
wujud nyata perguruan tinggi (PT) tidak lagi menciptakan mahasiswa yang
memiliki pemikiran kritis untuk kemajuan bangsa Indonesia.
‘’Baru-baru ini
telah terjadi pembongkaran pondok lembaga kemahasiswaan yang dilakukan pihak
kampus secara sepihak, dan didasari kenaikan akreditas Untad. Masih banyak
kebijakan-kebijakan kampus yang saat ini merugikan mahasiswa sebagai kaum
intelektual. Kejadian ini, tentunya menunjukan bahwa hubungan antara mahasiswa
yang berhimpun dalam sebuah organisasi kemahasiswaan dengan birokrasi tidak
sehat,” ujar korlap pada saat orasinya.
Akreditasi
dijawab dengan menggusur tempat mahasiswa berdiskusi, bedah buku dan
mengembangkan kreatifitasnya yang tidak didapatkan ketika berada di dalam
ruang-ruang perkuliahan. Ini bukanlah solusi konkrit, sebab pencapaian
akreditasi bukan hanya soal fisik tetapi didasarkan pemikiran mahasiswa yang
maju dan berkembang. Ini membuktikan salah satu bentuk pembungkaman ruang
demokrasi mahasiswa.
Sehingga,
dengan hal itu, mereka menuntut agar membuka seluas-luasnya ruang demokrasi
kampus. Tolak pembongkaran pondok lembaga kemahasiswaan FISIP Untad,
transparasi dana kelembagaan , ganti rugi pembongkaran pondok lembaga yang
dilakukan birokrasi, berikan hak pedagang kantin di lingkungan FISIP, naik upah
security, optimalkan sarana dan prasarana, bebaskan seluruh mahasiswa yang
diskorsing secara sepihak, turunkan Dekan demikian orasi mereka bergiliran.**
Gerakan
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako
(Untad), Senin 17 September 2018 menduduki kampus FISIP Untad. Mereka menduduki
FISIP Untad atas dasar tidak keluar Dekan FISIP saat aksi berlangsung untuk
berdialog. Sebelumnya, Front GMF melakukan aksi unjuk rasa menggelilingi
halaman FISIP. Aksi itu dilakukan untuk memperjuangkan keadilan terhadap
mahasiswa FISIP.
Menurut
koordinator lapangan (Korlap) mengatakan, kampus saat ini seakan-akan menjadi
penjarah akademik bagi kebebasan mahasiswa. Setiap tahunnya uang kuliah tunggal
(UKT) terus naik. Tetapi tanpa dibarengi dengan kenyamanan mahasiswa dalam
proses belajar maupun mengembangkan kreatifitas mahasiswa. Persoalan ini adalah
wujud nyata perguruan tinggi (PT) tidak lagi menciptakan mahasiswa yang
memiliki pemikiran kritis untuk kemajuan bangsa Indonesia.
‘’Baru-baru ini
telah terjadi pembongkaran pondok lembaga kemahasiswaan yang dilakukan pihak
kampus secara sepihak, dan didasari kenaikan akreditas Untad. Masih banyak
kebijakan-kebijakan kampus yang saat ini merugikan mahasiswa sebagai kaum
intelektual. Kejadian ini, tentunya menunjukan bahwa hubungan antara mahasiswa
yang berhimpun dalam sebuah organisasi kemahasiswaan dengan birokrasi tidak
sehat,” ujar korlap pada saat orasinya.
Akreditasi
dijawab dengan menggusur tempat mahasiswa berdiskusi, bedah buku dan
mengembangkan kreatifitasnya yang tidak didapatkan ketika berada di dalam
ruang-ruang perkuliahan. Ini bukanlah solusi konkrit, sebab pencapaian
akreditasi bukan hanya soal fisik tetapi didasarkan pemikiran mahasiswa yang
maju dan berkembang. Ini membuktikan salah satu bentuk pembungkaman ruang
demokrasi mahasiswa.
Sehingga,
dengan hal itu, mereka menuntut agar membuka seluas-luasnya ruang demokrasi
kampus. Tolak pembongkaran pondok lembaga kemahasiswaan FISIP Untad,
transparasi dana kelembagaan , ganti rugi pembongkaran pondok lembaga yang
dilakukan birokrasi, berikan hak pedagang kantin di lingkungan FISIP, naik upah
security, optimalkan sarana dan prasarana, bebaskan seluruh mahasiswa yang
diskorsing secara sepihak, turunkan Dekan demikian orasi mereka bergiliran.**

Pos terkait

banner 580x60