1.200 Warga Balaroa Korban Likuifaksi

  • Whatsapp

 

DARI DATA Sementara jumlah korban meninggal maupun hilanga akibat terdampak likuifaksi di Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat sejumlah 1.200 jiwa. Dengan rincian, 9.00 kepala keluarga (KK). Hal itu diutarakan Lurah Balaroa, Rahmansyah di sela-sela kegiatan di kantor Bapelkes, Jalan Moh Yamin Palu,  Kamis (20/12/2018).

Muat Lebih

‘’Data ini masih bersifat sementara, belum valid. Data tersebut juga kami dapatkan dari sumber masyarakat yang terdampak likuifaksi. Yaitu forum warga Perumnas Balaroa. Mereka melakukan pendataan korban jiwa, maupun rumah yang telah hancur, ” jelas Rahmansyah. Untuk jumlah rumah yang hancur maupun rusak berat, Rahmansyah menjelaskan berjumlah sekitar 1.500 unit.

Jumlah total masyarakat yang ada di Kelurahan Balaroa, sejumlah 13.400 jiwa. Terbagi dalam tiga wilayah. Seperti lingkugan penduduk asli Balaroa, warga Perumnas, serta seputaran warga pasar Inpres Manonda terdiri dari sembilan RW.

Menyikapi polemik belum adanya lokasi lahan untuk pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi masyarakat Kelurahan Balaroa, Rahmansyah mengatakan bahwa hingga saat ini lokasi tersebut telah tersedia. ‘’Alhamdulilah, kemarin pemerintah kota telah mendapatkan lokasi untuk pembangungan Huntara. Luasnya kurang lebih dua hektar. Berada di seputaran sport center. Lokasi tersebut telah dipinjam pakai oleh warga pemilik lahan. Jika masih kurang, kami akan melakukan negosiasi lagi kepada pemilik lahan lainnya, untuk menambah luas pembangunan Hunian Sementara bagi pengungsi Balaroa, ” akunya.

Rahmansyah juga mengatakan bahwa masyarakat Kelurahan Balaroa sangat berharap kepada pemerintah agar pembangunan Huntara berada di lokasi Sport Center dan sekitarnya. ‘’Masyarakat Balaroa yang ada di shelter sangat berharap agar pembangunan Huntara tidak di luar wilayah Kelurahan Balaroa, ” katanya.

Pasokan Logistik bagi pengungsi di shelter Balaroa, lanjut Rahmansyah masih mencukupi. Baik bantuan dari Pemkot, maupun pihak relawan dan NGO. ‘’Sebelumnya di shelter pengungsi Balaroa, terkendala dengan air. Namun hingga saat ini atas bantuan berbagai pihak, serta suplai dari Desa Daengguni, Kabupaten Sigi, kebutuhan air bagi pengungsi hampir terpenuhi, ” bebernya.**

Reporter: Firmansyah Lawawi

Pos terkait

banner 580x60