374 Napi Rutan Maesa Belum Miliki E-KTP

  • Whatsapp
Giat perekaman pembuatan KTP-E bersama KPU Palu danDukcapil di Rutan Maesa, Minggu (9/12/2018)

DARI 474 WARGA Binaan yang ada di Rumah Tahanan (Rutan) Maesa Palu, nota bene berdomisili di kota Palu, 374 belum memiliki KTP-Elektronik. Hal itu terungkap dalam giat perekaman pembuatan KTP-E bersama KPU Palu dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Minggu (9/12/2018) dimulai pukul 10.00 WIB, bertempat di Rutan Maesa Palu.

Marten Luther, sipir Rutan sekaligus coordinator kegiatan menjelaskan bahwa, dari data yang ada, diketahui baru sekitar 100 orang memiliki KTP-Elektronik.

Muat Lebih

Selain itu, kata Marten, dari  474 jumlah total penghuni yang ada di tempat tersebut, terdapat warga binaan berasal dari Lapas Kabupaten Donggala. Sejumlah 220 orang.

‘’Saat ini, total jumlah penghuni Rutan Maesa sebanyak 694 orang. Ada ketambahan 220 berasal dari Lapas Donggala. Hal itu disebabkan infrastruktur bangunanya mengalami kerusakan akibat kebakaran beberapa waktu lalu, ” jelas Marten.

Untuk Kegiatan perekaman saat ini menurut Marten, masih diprioritaskan bagi penghuni Rutan Maesa yang berjumlah 474 Namun bagi Napi yang berasal dari Lapas Donggala tetap akan diakomodir. “Ke depannya, Dukcapil Kabupaten Donggala sendiri akan hadir ketempat ini untuk melakukan perekaman. Utuk saat ini, perekaman bagi Napi di Rutan Maesa,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Divisi perencanaan data dan informasi KPU Palu, Idrus  membeberkan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut untuk menjamin serta melindungi hak pilih bagi warga binaan penguni Lapas maupun Rutan yang ada di kota Palu. Dalam Pemilu serentak ditahun 2019 mendatang.

“Tanggal 8 Desember kemarin, kami sudah menerbitkan sekitar enam puluh satu KTP-Elektronik di Lapas Petobo. Sebenarnya targetnya bisa tercapai secara keseluruhanya. Namun disebabkan adanya gangguan teknis, serta dilakukan verivikasi terhadap Napi, ternyata mereka yang kembali usai bencana alam, bukan warga Palu. Karena prioritas kami adalah Napi yang berkedudukan di kota Palu saja, ”  ucap Idrus.**

Reporter: Firmansyah Lawawi

Pos terkait

banner 580x60