Bupati Samsurizal Fokus Urus Parmout

  • Whatsapp

Reportase: Idham

BUPATI Parigi Moutong, Samsurizal Tombolotutu, masih
tetap fokus menjalankan pemerintahan di Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) dan
membantu Pemerintah Provinsi Sulteng, khususnya pemulihan pasca bencana
tsunami, gempa bumi, likuifaksi dan bencana banjir bandang di beberapa daerah
di Sulteng.

Kepala Bagian Humas SetdakabParmout, Syamsu Nadjamudin kepada Kaili
Post menegaskan bahwa pernyataannya tersebut sekaitan dengan maraknya nama
Bupati Samsurizal Tombolotutu disebut-sebut sebagai ‘putra mahkota’ untuk
menjadi bakal calon wakil gubernur pasca almarhum Sudarto. ‘’Ini untuk menepis
beredarnya isu-isu yang marak beberapa waktu terkait seputar Samsurizal yang
dikabarkan akan bertarung memperebutkan kursi 02 Sulteng.’’ Tandasnya.

“Dari pada informasi ini terus menyebar dan membias, sekali lagi kami
tegaskan bahwa pak bupati hari ini masih terus melaksanakan tugasnya sebagai
bupati dan tetap fokus membantu pemulihan pasca bencana di Sulteng. Jadi tidak
tentang kabar yang menyebut pak bupati maju sebagai calon wakil gubernur,” kata
Ancu, sapaan akrabnya.

Samsurizal kata Kabag Humas, sudah pernah mengeluarkan statement akan
terus melakukan pengabdian sebagai Bupati dan tidak tertarik untuk maju
bertarung di pengisian kekosongan kursi wakil gubernur pasca di tingal alm.
Sudarto.“Sampai sekarang pak bupati masih terus menjalankan tugasnya sebagai
bupati, dan masih fokus membantu pemulihan pasca bencana dalam tim relawan
Sulteng Bangkit. Kami berharap masyarakat tidak terpengaruh dengan beredarnya
isu ini. Pak bupati masih mau bekerja dan membangun daerah ini,” terangnya.

Sebelumnya, seperti yang pernah dilansir kailipost.com Depdagri
menyurati Pimpinan DPRD Sulteng No 122.72/8992/Otda tentang pengisian Wakil
Gubernur Sulteng. Surat Kemendagri menambah keriuhan politik di Sulteng. Belum
lagi bocornya surat Tim Advance tertanggal 6 Agustus 2018 yang mengusung dua
nama Faisal Mang dan Anwar Hafid.

Tim Advance partai koalisi yaitu Gerindra, PAN dan PKB serta PBB yang
ditandatangani; dari Gerindra yaitu DR Alimuddin Pa’ada, Rusli Palabi dari PAN,
Muhammad Amin Thahir dari PKB, Wawan Setiawan dari PBB. Alimuddin Pa’da kepada
redaksi membantah itu hasil final. Karena hasil Tim Advance masih akan dikembalikan
ke Parpol masing-masing. Akhirnya riuh politik tak bisa dihindarkan.

Penelusuran redaksi, bahwa Gubernur Longki Djanggola telah
mengadang-gadang calonnya sebagai user. Diperkirakan, nama itu belum Longki
tawarkan ke koalisi partai pengusung dan pendukung. ‘’Saya haqul yakin Pak Gub
pastilah ada nama yang sudah disiapkan pasca Hidayat Lamakarate batal saat itu
dicalonkan karena tiga nama diusulkan ke Panlih,’’ tutur sumber.

Setidaknya ada dua skenario yang diperkirakan akan dilakukan. Pertama;
yaitu nama Samsurizal Tombolotutu (Bupati Parigi Moutong) untuk menjadi calon
wakil gubernur yang diusung Gerindra. ‘’Bisa jadi PKB, PBB akan mendukung. Bisa
bulat bila PAN juga mendukung. Tapi saya yakin akan lonjong. Pasti parpol di
luar Gerindra juga akan minta nama Anwar Hafid selain nama Pak Samsurizal
sebagai syarat dua nama,’’ tutur sumber lagi.

Skenario kedua; bila mantan Bupati Morowali dua periode (Anwar Hafid)
itu ikut-ikutan Faisal Mang mundur dari pencalonan, maka kembali pada skenario
pertama akan makin mulus dan lapang jalannya. ‘’Tapi saya kembali haqul yakin,
Anwar mau disandingkan dengan siapa saja pasti akan fight. Karena ini jalan
bagi Anwar untuk 2021 menuju Pilgub,’’ tandas meyakinkan. Olehnya, ia meyakini
kedua nama itu bakal akan duel maut di paripurna pemilihan Wagub Sulteng di
DPRD.

Lantas mengapa harus nama Samsurijal Tombolotutu yang diyakininya?
‘’Pak Longki dalam sejarah politiknya nampak nyaman bersanding dengan mantan
TNI. Lihat begitu sangat kehilangan beliau ketika almarhum Pakde Darto mangkat.
Pak Longki punya pengalaman juga dengan sipil duet memimpin, tapi kan tidak
harmonis,’’ terangnya menjelaskan. Atas dasar tracking politik itulah ia yakin
Ijal – sapaan Bupati Parmout itu bakal akan diusung Gerindra. ‘’Kalau Gerindra
pastilah Pak Longki ada di sana,’’ tutupnya.

KALANGAN PROFESIONAL
Tokoh Pers Sulawesi Tengah versi Dewan Pers, Tri Putra Toana
(05/12/2018) menyebut ada momentum yang besar ke depan berkaitan dengan
pengisian kotak jabatan politik Wagub.

Momentum pertama; adalah tugas penting membangun Sulteng yang tiga
daerah sentra di wilayah Barat yaitu Palu, Sigi dan Donggala yang terdampak
bencana dahsyat untuk kembali bangkit dari keterpurukan. ‘’Diakui atau tidak
Sulteng kali ini sakit. Butuh dokter spesialis bedah yang tepat membuat
diagnosa untuk segera dilakukan treatment,’’ terang Ongki – sapaan akrabnya.

Momentum kedua; adalah mewujudkan visi Gubernur Longki Djanggola untuk
sejajar dengan daerah lain yang berdaya saing dan mandiri. ‘’Tantangannya
besar. Dua tahun setengah Pak gub bersusah payah mengejar itu. Datang bencana,
semua kembali harus ditata. Sisa waktu dua tahun lebih lagi. Butuh percepatan
lebih lagi,’’ tandas owner sekaligus founder Trimedia Grup itu.

Momentum itu akan menjadi monumen kebanggaan masyarakat, apabila
Gubernur Longki memilih figur tepat, muda dan profesional. ‘’Sudah waktunya
Sulteng diisi profesional yang seirama dengan beliau (gubernur.Red). Jangan
pegawai negeri lagi atau politisi. Maaf kalau ASN nanti terlalu lama bergerak
dengan Juklak dan Juknis istilahnya. Kalau politisi nanti lebih banyak
pencitraan dari pada keikhlasan membantu Pak Gub,’’ tandasnya dengan nada
berseloroh.

Dijelaskannya, kalangan profesional biasa sedikit bicara tapi banyak
bekerja. Dua tahun lebih itu, adalah ruang yang besar untuk banyak bekerja dan
sedikit bicara. ‘’Disisi lain pasti loyal dengan aturan dan pimpinan. Karena
budaya kalangan profesional begitu,’’ terunya memberi argumentasi.

Ia yakin, kalangan profesioanl di Sulteng sangat banyak dan mapan.
Hanya saja selama ini tidak pernah diberikan panggung di depan untuk diajak
bersama-sama membangun daerah dalam proses pengambilan kebijakan politik
pembangunan, kemasyarakatan dan sosial ekonomi. ‘’Sulteng harus bangkit dan
jawabannya harus berani keluar dari kelambu penggap yang hanya itu-itu saja,’’
tandas pegiat media yang hingga kini masih aktif berkelut di redaksi.

Mendagri sesuai suratnya tertanggal 9 Nopember 2018 lalu, Kementerian
dalam Negeri RI No 122.72/8992/Otda tentang pengisian Wakil Gubernur Sulteng
meminta agar pemerintah Provinsi Sulteng segera mengisi jabatan Wakil Gubernur.
Pengisian itu sesuai UU No 10 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 1
Tahun 2015 dan dan peraturan pengganti UU No 1 tahun 2014 khususnya pasal 176
ayat (1 dan 4). Surat Kemendagri itu ditandatangani Dirjen Otda Sumarsono MDM.

Surat tertanggal 9 Nopember 2018 dari Dirjen Otda itu ditujukan kepada
Ketua DPRD Sulteng, Prof Aminuddin Ponulele. Beradar surat itu ke redaksi
dengan disposisi berbunyi; ‘’Panitia pemilihan untuk segera ditindaklanjuti’’
dengan tinta warna hijau. Tinta yang dikenal digunakan Aminuddin Ponulele.

Sesuai data redaksi, tertanggal 02 Desember 2017 lalu, Gubernur Longki
Djanggola mengusulkan dua nama yaitu Faisal Mang dan dr Ansyhari. Bahkan
Gubernur pada Kaili Post kala itu berjanji akan membahasnya dengan partai
pengusung (kailipost.com).

Berturut-turut sesuai dengan data digital kailipost.com, sejak Mei 2017
lalu pembahasan pengisian Wagub mulai dilakukan. Klimaknya, pihak PAN
mengusulkan satu nama yaitu Oscar Paudi. Padahal Panlih DPRD Sulteng sesuai
dengan tatibnya hanya menerima dua nama. Akhirnya pembahasan Wagub itu deadlock
hingga nyaris setahun hingga saat ini.**

Pos terkait

banner 580x60