Erwin Aksa, Kuda Hitam Wagub DKI

  • Whatsapp
Erwin Aksa

Sumber: Teropongsenayan
KURSI WAGUB DKI Jakarta dipastikan masih belum akan terisi hingga
akhir tahun 2018. Alotnya pembahasan figur kandidat pengganti Sandiaga Uno
antara para petinggi PKS dan Gerindra tak kunjung ada titik temu.

Selain karena masih berselisih paham soal mekanisme fit and proper
test, Gerindra juga ‘menolak’ dua figur kandidat Cawagub DKI yang
disodorkan PKS, yakni Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto. 

Partai besutan Prabowo Subianto keukeuh meminta partai dakwah
mengajukan lebih dari dua nama untuk di-fit and proper test bersama.
Sedangkan PKS keberatan.

Selain itu, persoalan kursi DKI-2 kian rumit setelah sejumlah fraksi di
DPRD DKI secara terang-terangan menolak dua Cawagub jagoan PKS.
Diantaranya, Fraksi PPP, Partai Golkar, Partai NasDem dan Partai
Hanura. 

Praktis, dengan posisi saat ini, PKS juga masih harus memutar otak dan
mencari cara ‘menaklukkan’ para politisi DPRD DKI di Kebon Sirih. Bukan tidak
mungkin polemik ini nantinya deadlock, dan bahkan berujung lepasanya jatah
kursi Wagub dari tangan PKS.

Menanggapi hal ini, pengamat politik dari Strapol Indonesia, Dony
Kusuma mengatakan, bahwa alotnya penentuan figur Wagub pendamping Gubernur DKI
Anies Baswedan karena belum ada figur yang dapat diterima oleh kedua
parpol pengusung. Termasuk dari wakil rakyat Jakarta di DPRD DKI.

“Selama tidak ada figur yang bisa diterima semua pihak, maka
polemik ini akan terus tarik ulur. Akibatnya, nasib Pak Anies akan
terus ‘menjomblo’,” kata Dony kepada Teropong Senayan, Jakarta, Kamis
(27/12/2018).

Karena itu, Dony menyarankan agar elite PKS sebaiknya realistis dan
tidak memaksakan kehendak. Sebab, jika nama Syaikhu dan Agung dipaksakan
fraksi-fraksi di DPRD akan semakin bernafsu mengganjal. 

Meski tidak mudah, menurut Dony, PKS dan Gerindra harus kembali duduk
bareng mencari jalan keluar demi mengisi kokosongan kursi Wagub. Sehingga
masalah ini tidak berlarut-larut.

“PKS harus membuka diri dan bersedia untuk berkompromi
ulang. Kasihan Pak Anies dan warga Jakarta yang sudah empat bulan lebih
tidak punya Wagub. Pembangunan di Jakarta juga terganggu,” ungkap Dony.

Sebagai partai pengusung, lanjut Dony, Gerindra dan PKS memang harus
mencari figur yang bisa membuat kedua parpol menerima dan merasa nyaman.

“Faktanya, fit and proper test penjaringan calon kandidat
wagub yang disodorkan PKS sulit digelar. Sehingga harus ada komunikasi ulang
untuk mencari jalan keluar yang disepakti kedua parpol,” katanya.

Lebih jauh, Dony menyinggung munculnya nama Erwin Aksa beberapa
waktu terakhir. Menurutnya, sosok ponakan Wapres Jusuf Kalla (JK) cukup
mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. Termasuk dari Ketua DPD
Gerindra DKI Mohamad Taufik.

Dikatakan Dony, pria berlatar belakang pengusaha itu bisa
menjadi win-win solution bagi semua pihak. “Kita tahu, nama
Erwin Aksa ramai menjadi perbincangan dikalangan politisi kebon sirih beberapa
minggu terakhir ini. Erwin dinilai sangat cocok mendampingi Anies untuk
memimpin Jakarta”, beber Dony.

Figur Erwin yang tak jauh beda dengan Sandiaga, serta jejaringnya yang
kuat di kalangan politisi kebon sirih serta kalangan birokrat DKI Jakarta juga
dianggap mampu bersinergi dengan Anies untuk mengisi sisa masa jabatan yang
masih panjang, yakni selama empat tahun sisa kepemimpinan Anies.

Dony mengatakan, warga Jakarta mengharapkan agar Gubernur Anies
Baswedan segera mendapatkan pendamping dalam menjalankan pemerintahan.
Karenanya, sosok Erwin Aksa bisa menjadi solusi dari kabuntuan Gerindra dan
PKS.

Dia juga menilai, Erwin sebagai sosok ideal dengan rekam jejak dan
latar belakang yang jelas untuk membantu Anies merealisasikan program membangun
di Ibu Kota.

“Tentu, Erwin mungkin harus melewati tahapan uji kelayakan atau
pemilihan, sebelum kemudian Erwin diusulkan bersama oleh partai pengusung
pemenang Pilkada DKI Jakarta 2017. Apabila tiket dari kedua partai ini
bisa didapat, saya yakin apabila ada lebih dari satu calon, Erwin bisa menjadi
kuda hitam untuk dipertimbangkan oleh anggota DPRD DKI Jakarta,” jelas
Dony.

Selain itu, lanjutnya, Erwin Aksa juga mempunyai hubungan baik dan
dikenal cukup dekat dengan Anies-Sandi.

“Jadi, Erwin ini akan di terima oleh Anies dan Sandi, dia juga
bisa membangun komunikasi dengan Parpol pendukung maupun non pendukung karena
Erwin bisa di terima semua kalangan,” tandasnya.

Erwin: Yang Penting Gerindra-PKS Sepakat
Sebelumnya, Erwin Aksa juga menanggapi perihal dirinya yang
belakangan diusulkan menjadi salah satu Wagub DKI Jakarta pengganti Sandiag
Uno.  Meski Erwin mengaku heran namanya muncul, namun menurut dia yang terpenting
adalah kesepakatan Gerindra dan PKS.

“Saya kira begini, yang paling penting kan partai pengusung ini
punya kesepakatan yang pasti, ya kan? Kedua, yang pasti DKI ini perlu segera
punya pendamping Pak Anies (Baswedan) supaya kerjanya kebijakan bisa dikerjakan
lebih balance gitu,” kata Erwin baru-baru ini.

Erwin sendiri berasal dari Partai Golkar. Sebelumnya Ketua DPD
Gerindra DKI Mohamad Taufik tidak menolak terhadap sosok Erwin. Namun,
Taufik meminta nama Erwin didaftarkan ke PKS jika nantinya benar-benar
diusulkan.

“Saya kira kan matriksnya kan gitu tadi, partai pengusung baik PKS
maupun Gerindra sepakat. Memang perlu disepakati karena begitu banyak pekerjaan
yang harus diselesaikan dengan cepat,” ujar Erwin.
Mengenai hubungan dengan Gubernur DKI Anies Baswedan, Erwin mengaku
sangat dekat. Dia pun sering berkomunikasi dengan Anies.

“Saya dengan Pak Anies sudah kayak saudara, hubungan bagus,
komunikasi juga lancar,” kata Erwin. Dia hanya menegaskan latar
belakangnya sebagai pengusaha. Erwin mengaku tak tahu dari mana isu namanya
mencuat. “Background saya pengusaha jadi saya kaget juga diusulkan begitu
saya nggak tahu dari mana, kok bisa santer,” ungkap Erwin.

Sementara itu Anies Baswedan juga heran dengan munculnya nama Erwin.
Menurut Anies, usulan ini tak wajar karena nama seharusnya diusulkan oleh PKS
dan Gerindra. Catatan redaksi, sebelumnya seorang sumber di kalangan DPRD DKI,
menyebut, kebuntuan Parpol koalisi Gerindra dan PKS, membuat Gubernur DKI Anies
Baswedan kehilangan kesabaran. 

Anies pun dikabarkan menyiapkan Erwin untuk nantinya ditawarkan kepada
Gerindra dan PKS.  Hal ini sebagai solusi dari Anies dalam menjawab
kebuntuan yang berlarut-larut antar dua Parpol pengusungnya tersebut. Erwin
diketahui pada Pilkada DKI 2017 lalu juga berada di belakang Anies-Sandi dalam
menumbangkan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot.

Erwin bahkan sempat meminjami Anies helikopter milik perusahaan
ayahnya, Aksa Mahmud. Pada 20 April 2017 lalu, Anies naik helikopter ke Balai
Kota DKI Jakarta untuk menemui mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama
(Ahok). Bahkan, Prabowo Subianto pun sempat berterima kasih atas jasanya yang
turut memenangkan Anies-Sandi.

Erwin sendiri merupakan anak kandung Aksa Mahmud yang merupakan pendiri
Bosowa Corporindo. Dia suami dari adik Wapres Jusuf Kalla (JK), yakni Ramlah
Kalla.**

banner 300x90

Pos terkait

banner 580x60