Huntara PUPR di Palu Mulai Dihuni

  • Whatsapp

RELOKASI Pengungsi korban bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Kota
Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala, dari tenda-tenda ke hunian sementara
(huntara) yang dibangun Kementerian PUPR dimulakan kemarin (17/12/2018). Sedikitnya
29 kepala keluarga (KK) mulai menempati hunian sementara (huntara) sumbangan
Kementerian  Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)  yang berada
di Kelurahan  Silae bersebelahan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel
(PLTD) Silae.

Ketua Harian Pusat Komando Satuan Tugas (Satgas) Pelaksana Penanganan
Bencana Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto menjelaskan bahwa di
Kelurahan Silae sudah berdiri 10 unit huntara yang setiap unit terdiri atas 12
bilik dan setiap bilik ditempati satu KK.

“Ini yang pertama kita lakukan pemindahan pengungsi dari selter
pengungsian ke huntara. Tiap bilik dapat menampung sampai lima anggota
keluarga. Untuk hari ini 29 KK dulu sambil kita mengevaluasi melalui respon
pengungsi yang menempati huntara itu,” kata Arie.

Huntara di lokasi itu dilengkapi sejumlah fasilitas seperti MCK umum,
lampu penerangan dan tempat penampungan air bersih. Dalam tiap bilik juga
dilengkapi kasur, kompor gas dan beras lima liter bagi penghuni sumbangan
Kementerian Sosial (Kemensos).

“Yang sekarang siap 139 unit huntara dari 697 unit yang sedang
dikerjakan. Kita upayakan 699 huntara bisa siap akhir tahun 2018 dan bisa
segera dihuni oleh para pengungsi,” ucap Arie.

Sementara itu Sekretaris Provinsi Sulteng Hidayat Lamakaret usai
meninjau huntara di Kelurahan Silae bersama tim dari Kementerian PUPR dan
Pemerintah Kota Palu mengatakan bahwa evaluasi penting dilakukan sebab tidak
semua pengungsi mau menempati huntara.

“Tidak semua mau menempati huntara kolektif ini. Makanya akan
dibangunkan huntara mandiri. Huntara mandiri itu hunian yang dibangun  di
sekitar rumah mereka yang tidak layak huni lagi atau di lahan rumah milik
pengungsi. Kita mencegah jangan sampai pemerintah sudah bangun 697 unit malah
banyak yang kosong,” jelas Hidayat.

Olehnya Hidayat yang juga Ketua Pusat Data dan Informasi Bencana
(Pusdatina) menerangkan saat ini Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
bersama Pemerintah Kota Palu, Pemerintah Kabupaten Sigi dan Donggala terus mengevaluasi
dan memperbarui data penghuni huntara dengan melakukan survei di lapangan.

“Data ini kita berita kepada pemerintah kabupaten dan kota hingga
ke kecamatan, kelurahan sampai RW dan RT untuk memfinalkan data penghuni
huntara dengan kriteria-kriteria yang ditetapkan,”sambung Hidayat.

Berdasarkan data Pusdatina Sulteng per 6 Desember,  jumlah
pengungsi di Palu Sigi dan Donggala sebanyak 164.626 jiwa atau 50.422 KK yang
tersebar di 333 titik pengungsian  dengan rincian Kota Palu 36. 677 jiwa
atau 10.356 KK di 127 titik pengungsian. Selanjutnya di Kabupaten Sigi sebanyak
90. 603 jiwa atau  28.588 KK di 154 titik pengungsian  dan di
Donggala sebanyak 36. 346 jiwa atau 11.478 KK di 52 titik pengungsian.**

Sumber: antaranews sulteng

Pos terkait

banner 580x60