KASMAN BISA BATAL DILANTIK

  • Whatsapp

Reportase: Ramdan otoluwa

DUGAAN Kekerasan pada anggota panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kecamatan
Banawa Hamrun Abu Bakar oleh beberapa orang simpatisan dan oleh Bupati Donggala
Kasman Lassa menguji profesionalisme aparat penegak hukum. Karena selain
bupati, Kasman Lassa juga masih Ketua Partai Nasdem di Kabupaten Donggala.
‘’Ujian berat kepolisian,’’ ujar Andi Dhadhang, aktivis pergerakan mahasiswa
salah satu universitas negeri di Sulteng.

Ia pun berharap pihak kepolisian dapat merespon laporan tersebut dan
secepatnya melakukan penyelidikan. ‘’Agar tidak menganggu aktifitas rencana
pelantikan, sebaiknya kepolisian bergerak cepat. Walaupun sebenarnya tidak
mudah,’’ terkanya. Dhadhang pun mengakui, peluang untuk berdamai non justitia
pasti akan dilakukan pihak terduga pelaku. ‘’Bisa tidak dilantik, atau
pelantikan akan diundur. Karena ini soal etika dan moral prilaku pejabat
politik di daerah,’’ tandasnya sambil mengaku hal itu kemungkinan kecil.

Di lain pihak, Hastuning Tyas, warga Kabupaten Donggala berharap
kejadian tersebut dapat diselesaikan dengan perdamaian. Bupati dan pelaku
lainnya dengan berbesar hati meminta maaf pada Bawaslu secara intitusi dan
korban secara terbuka. ‘’Mungkin khilaf. Saya kira pelaku harus legowo. Bupati
harus menunjukkan kesalahannya dan sikap kepemimpinannya. Akui salah. Korban
dan institusinya juga harus berbesar hati membuka pintu perdamaian. Donggala
perlu dibangun, saya butuh daerah saya aman dan tidak ada masalah apa-apa. Kami
sudah jadi korban bencana,’’ terangnya panjang lebar.

Sebelumnya, seperti yang dikutip portalsulawesi.com, bahwa Bupati Donggala,
Kasman Lassa diduga secara bersama-sama, melakukan tindakan ‘penggeroyokan’ dan
tindakan intimidasi pada salah satu anggota Panwaslu Kecamatan Banawa yang
sedang menjalankan tugasnya.

“Terasa pukulan keras dikepala dan tulang rusukku,celana panjangku
sampai tersobek terbelah dua ” ungkap Hamran Abu Bakar ,seperti yang
disampaikan Bawaslu Kabupaten Donggala dalam release resminya kepada
Portalsulawesi.

Dalam kejadian pengeroyokan tersebut,Bupati Donggala Kasman Lassa dan
Ajudannya berhasil merebut Handphone Hamran Abu Bakar,dengan sigap Ajudan
bupati atas perintah bupati langsung menghapus semua file berisi rekaman dan
foto kegiatan ” Kampanye hitam” terbungkus peresmian tesebut.

Atas kejadian yang menimpa Salah satu Bawaslu Banawa tersebut, Bawaslu
Donggala melakukan rapat koordinasi di Gakumdu bersama Bawaslu Propinsi
Sulteng, Kejaksaan Negeri Donggala dan Polres Donggala. Bawaslu Donggala
memutuskan mengambil langkah hukum dengan melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian
resort Donggala serta meneruskan laporan penganiayaan yang dilakukan Bupati
Donggala terhadap salah satu Bawaslu Donggala Ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri)
RI dan Bawaslu RI serta Gubernur sulteng.

“Kita akan menempuh jalur hukum tindakan Bupati Kasman Lassa dan ajudannya
jelas sebuah praktek kriminal dan penghinaan terhadap lembaga negara khususnya
Bawaslu, ” ujar Mohamad Fikri SH selaku koordinator divisi Hukum dan Penanganan
Pelanggaran Bawaslu Donggala.

Bawaslu Sulawesi Tengah secara resmi telah melaporkan kejadian intimidasi,
pengeroyokan dan perampasan hak milik Hamran Abu Bakar selaku Panwaslu Banawa
kepada polisi. Bahkan Gubernur dan Mendagri juga dikirimi surat nota keberatan.

Surat Nota keberatan Bawaslu Sulteng terkait intimidasi dan
pengeroyokan terhadap anggota Bawaslu Banawa yang dilakukan Bupati Donggala
Kasman Lassa bernomor 063/K-ST/NK-0800/VII/2018 tertanggal 26 Desember 2018
ditanda tangani langsung Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Propinsi Sulawesi
Tengah ,Ruslan Husein.

Ada empat poin penting dalam Nota keberatan tersebut diantaranya
Bawaslu RI propinsi Sulteng mengecam segala hal tindakan kekerasan ,intimidasi
dan pengancaman terhadap pengawas pemilu,mendesak seluruh jajaran pemerintahan
daerah baik Gubernur dan Bupati/walikota dan seluruh unsur forkominda agar
mengambil langkah nyata guna memberikan jaminan keamanan,suasana kondusif serta
perlindungan hukum kepada seluruh pengawas pemilu khususnya dan penyelenggaraan
pemilu pada umumnya.

Bawaslu Sulteng juga mendesak Kapolda dan jajarannya serta tim sentra
Gakumdu Propinsi Sulteng untuk segera mengusut dan menindaki pelaku sesuai
ketentuan dan perundang undangan. Poin ke empat dalam nota keberatan Bawaslu
propinsi Sulteng meminta Kepada seluruh stakeholders pemilu untuk bersama sama
memastikan keamanan,kedamaian serta stabilitas penyelengaraan pemilu tahun
2019.**

    Kronologis Anggota Panwaslu ‘Dikeroyok’ Libatkan Bupati

1.   Tanggal 23 Desember 2018 ; Bupati Kasman
Lassa Meresmikan Air Bersih di Dusun Kabuti Desa Ganti Kecamatan
Banawa, Donggala.
2.   Ketika memberi sambutan,
Lurah Ganti, Umar Memperkenalkan Caleg Nasdem Widya C Sida Lassa Dapil 1 Nomor
Urut 2.
3.     
Bupati Kasman memberi sambutan juga
memperkenalkan anaknya pada warga yang datang di acara itu.
4.     
Bupati Kasman juga diduga membagi kartu
nama anaknya di tempat itu.
5.     
Anggota Panwaslu Banawa, Hamran Abu Bakar
melihat kejadian itu merekam peristiwa tersebut.
6.     
Aksi Hamran diketahui warga pendukung
Bupati dan menyampaikan ke ajudan.
7.  Dua ajudan bupati langsung menginterogasi
Hamran dan melakukan intimidasi serta berusaha merampas hand phone Hamran.
8.  Bupati Kasman mengangkat kerah baju
anggota Panwaslu itu dan diiringi kata-kata ancaman, intimidasi serta diiringi
pemukulan pada korban.
9.     
Seluruh ahsil rekaman anggota Panwaslu
Banawa berhasil dihapus oleh dua ajudan.
10.  Korban mengalami kekerasan fisik, psikis, bukti
laporan untuk tugasnya hilang dan baju serta celana panjangnya robek.
11.  Bawaslu Donggala dan Sulteng meradang dan melaporkan
ke aparat kepolisian.

banner 300x90

Pos terkait

banner 580x60