Pustaka Desa & Taman Literasi Walandano; Inspirasi Jendela Dunia

  • Whatsapp

Pustaka desa adalah aset masa depan generasi Balaesang Tanjung di era revolusi tehnologi. Ia pun mengutip hasil survey internasional bahwa Indonesia sangat terbelakang karena sulit membedakan ‘Fakta dan Opini’.

‘’Setiap hari kita disuguhi dan ikut mentransmisi kiriman berita – berita yang sulit dibedakan opini atau fakta. Grup grup WhatsApp keluarga pun tak bisa dibendung dengan hal itu. Dengan membaca generasi masa depan diharapkan menangkal serbuan itu,’’ ujarnya.

Menimpali itu, Cudy, sapaan masyarakat Sulteng ke gubernurnya, bahwa membaca adalah hobinya sejak kecil. Ia memiliki koleksi buku ribuan di rumahnya. ‘’Saya hanya S Tiga. SD, SMP dan SMA. Kuliah tidak selesai di UI dan Untad. Tapi karena suka membaca dan koleksi buku buku terbaru, informasi dan peradaban dunia saya banyak membaca dari buku,’’ ujar gubernur.

Berita terkait