Menurutnya, langkah ini perlu dilakukan agar pemerintah pusat menyadari adanya persoalan yang perlu segera diselesaikan. Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa akan terus mengawal proses ini dengan memberikan ultimatum kepada pemerintah untuk segera merespons tuntutan dalam waktu 2×24 jam.
Sebelumnya, puncak aksi serupa telah berlangsung pada 20 Februari 2025 dan diterima langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Namun, mahasiswa memastikan bahwa mereka tidak akan berhenti sampai ada tindak lanjut konkret dari pemerintah terkait tuntutan yang mereka suarakan.








