Inggris juga menyetujui kesepakatan keamanan senilai hampir 30 juta pound (Rp631 miliar). Kesepakatan ini mencakup sistem Altius 600m dan 700m untuk memantau serta menyerang target di Laut Hitam.
Sementara itu, Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mengadakan pertemuan darurat pertahanan di Brussels. Ia mengusulkan paket pertahanan senilai €800 miliar (Rp14.096 triliun) untuk memperkuat keamanan Eropa.
Dalam pertemuan dengan para pemimpin Uni Eropa, Presiden Zelensky mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan mereka terhadap Ukraina. “Kami sangat bersyukur karena kami tidak sendirian. Ini bukan hanya kata-kata, kami benar-benar merasakannya,” kata Zelensky.
Di tengah berbagai upaya diplomatik, Rusia tetap menolak seruan gencatan senjata sementara di Ukraina. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa kesepakatan akhir harus ditegaskan terlebih dahulu sebelum ada jeda perang.
Rusia menilai bahwa jeda sementara dalam pertempuran tidak dapat diterima tanpa kesepakatan yang jelas. Negara-negara Eropa terus berusaha membangun strategi pertahanan jangka panjang untuk memastikan keamanan Eropa dan Ukraina di masa depan. ***
Sumber: rri.co.id







