Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prakiraan musim kemarau 2025 yang diprediksi berlangsung lebih singkat dibandingkan tahun sebelumnya, dengan puncak kemarau terjadi pada Juli hingga Agustus.
BMKG mendorong pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah strategis menghadapi kondisi tersebut.
Pemerintah pusat mendorong strategi diversifikasi pangan lokal guna mengurangi ketergantungan pada beras.
Dalam Rakornas ini, pemerintah juga menggalakkan gerakan menanam komoditas cepat panen seperti umbi-umbian, jagung, dan hortikultura untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, dalam sambutannya menyampaikan capaian positif swasembada pangan nasional.
Ia menyatakan bahwa produksi beras Indonesia dari Januari hingga Juli 2025 diproyeksikan mencapai 21,75 juta ton, atau naik 14,43% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Ia juga menetapkan target swasembada pangan melalui program perluasan cetak sawah seluas 225 ribu hektar, optimalisasi lahan 500 ribu hektar, dan penambahan luas tanam sebesar 1,3 juta hektar pada tahun 2025.









