SULTENG – Sepak terjang politisi apapun menarik diamati. Apapun yang dilakukan pasti multi tafsir di ruang publik. ‘’Kalau tak mau diikuti sorotan publik, ya kemarin jangan minta mandat publik jadi pejabat,’’ kata kawan saya sambil menyeruput kopi ‘dinginnya’ 1/2 gelas, Kamis 26 Maret 2026.
Gubernur Anwar Hafid sedang blusukan dengan halal bi halal. Menyapa masyarakat didampingi istri di Kabupaten Morowali dan Morowali Utara. Sebelumnya, ziarah kubur di makam orang tua sebagai rutinitas lebaran. Anwar ‘the smiling political’ memiliki keterikatan basis kuat di dua kabupaten itu.
Beredar informasi Musyawarah Partai Demokrat Sulawesi Tengah pasca Idul Fitri kali ini. Gubernur Anwar bakal estafet ke siapa? Kalangan kader senior menginginkan Hidayat Pakamundi, dan sekretaris Syarifuddin Hafid. Atau opsi kedua; Syarifuddin Hafid memegang tampuk pimpinan Demokrat Sulteng, dan Hidayat Pakamundi Wakil Ketua DPRD Sulteng. ‘’Semua bisa terjadi,’’ kata senior Demokrat ke wartawan kailipost.com
HADI NAE MOTOR KELILING
Sisi lain, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid dan Sekdakot Irmayanti Pettalolo berboncengan motor melakukan inspeksi mendadak sejumlah titik ‘rawan tumpukan sampah’
Keduanya bersama sejumlah pejabat Pemkot keliling dengan motor roda dua blusukan lorong dan jalan kawasan perumahan di beberapa kecamatan. ‘’Pak Wali banyak mendapat informasi sampah habis lebaran menumpuk dimana – mana. Kita diperintah ikut beliau nae motor semua agar cepat maso maso lorong,’’ kata salah seorang Pol PP Palu.
Sehari sebelumnya, Wali Kota menutup ruang publik taman Lasoso. Akibat taman sudah menjadi ruang jualan, sampah tak teratur, dan fasilitas tidak dijaga kolektif. Wali kota memberikan ‘punishment’ agar warga dipaksa patuh dan disiplin menjaga lingkungan dan kebersihan. ***








