SAMOSIR – Wakil Menteri Pemukiman dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah mencocor Wali Kota Palu Hadianto Rasyid di BTN Leadership Forum 4 Tahun 2026.
Fahri menyoal konsep membangun Kota Palu pasca bencana alam dahsyat 2018 silam dengan cepat, di Samosir, Danau Toba, Sumatera Utara (08/05/2026).
Kata Hadi, percepatan pembangunan Palu pasca bencana alam tak lepas perhatian serius pemerintah pusat. Mulai infrastruktur jalan, bangunan sekolah, bangunan kesehatan hingga dukungan pembenahan tata kelola dan pelayanan publik.
Kedua, jelas Wali Kota Palu, pasca bencana tsunami, likuifaksi dan gempa 7,4 SR bersamaan, warga Palu langsung bangkit, bekerja bersama-sama, memiliki kehendak yang sama untuk membangun. ‘’Kita (masyarakat) menerima takdir dan ikhtiar mengejar takdir yang baik, maslahat dan kuat untuk tekad bersama membangun,’’ tandas Hadianto.
Alhasil, kini Kota Palu menjadi destinasi kabupaten tetangga. Ruang publik yang layak, UMKM tumbuh bersama, jalan kota, provinsi dan jalan nasional serta infrastruktur jembatan dan rumah ibadah dibangun dengan semangat Jaga Palu.
“Di Kota Palu, kami berusaha menunjukkan bahwa dalam semua hubungan pelayanan, semua itu sama. Wali kota atau kepala dinas itu hanya jabatan. Budaya hubungan seperti itu yang kami bangun. Di sisi lain, kami juga tetap persisten dan memiliki ketegasan mengenai mana yang boleh dan tidak boleh,” jelas wali kota. ***








