PALU, 28 September 2026 – Tak terasa delapan tahun. Bencana Alam gempa bumi 7,4 SR disertai tsunami likuifaksi. Ribuan warga Kota Palu wafat tepat sehari merayakan ulang tahun kota.
Pemerintah Kota Palu melaksanakan ziarah dan tabur bunga untuk mengenang para korban bencana alam (28/9/2026) di sejumlah titik terdampak bencana di Kota Palu, yakni Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur; Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat; Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan; serta Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore.
Ziarah dan tabur bunga dipimpin langsung Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, bersama Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, dan Sekda Palu, Irmayanti Pettalolo. Kegiatan tersebut dilaksanakan usai Salat Subuh berjamaah dan diikuti jajaran ASN Pemkot.
Hadianto Rasyid menyampaikan bahwa kegiatan ziarah dan tabur bunga bukan sekadar mengenang peristiwa bencana, tetapi juga menjadi momentum untuk kembali merenungkan kebesaran Allah SWT serta mendoakan para korban yang telah berpulang.
Wali kota menyampaikan bahwa terdapat hikmah yang begitu luar biasa dari peristiwa bencana yang terjadi delapan tahun silam. Salah satu wilayah yang menjadi lokasi ziarah, kata wali kota, merupakan kawasan yang mengalami likuefaksi dengan luasan sekitar 190 hektare.
“Hari ini kita bersama-sama berkumpul di tempat ini untuk mengenang kembali kejadian tersebut. Kita juga bersama-sama berdoa dan bermunajat kepada Allah SWT,” ujar wali kota.
Wali kota mengajak seluruh pihak untuk menundukkan hati dan perasaan seraya mendoakan para korban bencana yang telah meninggal dunia.
“Marilah kita bersama-sama menundukkan hati dan perasaan kita, mendoakan saudara-saudara kita yang ada di tempat ini. Semoga insyaallah Allah SWT memberikan rahmat-Nya yang seluas-luasnya kepada mereka, karena mereka sekarang ini adalah yang dekat dengan Allah SWT,” ungkap wali kota.
Menurut wali kota, peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bagi seluruh manusia bahwa pada akhirnya setiap orang akan kembali kepada Alla









