GIBRAN: POINT OF WARS

  • Whatsapp
Gibran adalah Point Of Wars hingga 2027 mendatang. Ia akan dihajar dari segala penjuru mata angin. Ia akan masuk dalam kawah Candradimuka. Loloskan ia menjadi kesatrian? Desain/kailipost.com

(Top of News Week | redaksi) 

KAWAH CANDRADIMUKA akan terjadi hingga 2027. Disanalah, kepercayaan masyarakat Jawa seorang Kesatria ditempa, dibakar bagai besi dan emas mencair, didinginkan hingga Nol derajat. Kawah itu disebut kawah keramat di kayangan tempat para dewa menggodok kesatria. 

DIYAKINI sampai 2027, Point Of Wars Pilpres 2029 yaitu sosok Gibran Raka Buming Raka. Artinya, anak muda ini titik pertempuran. Bukan yang lain. Bukan AHY, Bukan Puan, bahkan bukan Anies lagi. Visibility media arus utama dan media sosial melukis akhir akhir ini (2026). 

ISU MERUBAH MEDAN TEMPUR 

Salah satu variabel perang Iran, AS dan Israel menemukan hal itu. Menggeser medan tempur dari pangkalan militer AS di Arab ke Selat Harmuz. Tujuan tak sekadar menggeser isu. Tapi sebenarnya medan tempurnya. 

Misalnya isu blokade lalu lintas minyak mentah, dan resesi ekonomi dunia dipicu. *isu akan merubah keadaan* Gibran dihajar soal soal ijasah SMA, akan dilaporkan di Mabes Polri, dan akan terus dilakukan sampai 2027. Hemat saya sebagai penulis. Bukan peramal.

Sebagai point of wars lazim kita saksikan piranti pirantinya dipreteli siji – siji (dicabut satu satu dari kekuasaan). Rombak kabinet tujuh kali di istana, merangkul mulai tokoh NU, jenderal purnawirawan, pengusaha, sampai elit PKS, PAN di dewan pertimbangan. 

Sementara poros Solo, seperti Listyo, Qodari, Agus Gumiwang, dan Pratikno mulai dibatasi akses di istana. Atau tepatnya tak bebas lagi. Bisa jadi mulai dikunci. 

Pratikno, adalah ‘mahapatih’ konsultan dan sekaligus politisi yang cool face. Tidak banyak omong, tapi 10 tahun ‘kekuatan’ inti Jokowi. Kini Prabowo parkir di Watimpres. 

Nasib sama Qodari. Surveyor ini dulu yang viral ‘tiga periode’ dari badan yang mengurus komunikasi presiden kini masuk ‘kadang pertimbangan’ putus akses program strategis presiden langsung. Spekulasi liar resonansinya sangat cepat. Presisi, alias *dipreteli siji-siji* 

Agus Gumiwang kader dan elit Partai Golkar yang dikenal dekat dengan Jokowi. Gayanya tenang dan mahal pernyataan, satu frekuensi politis dengan Jokowi. Ia diganti Sarmuji, Sekjen Partai Golkar. Bahlil diberi ‘dua menteri’ paham? Golkar dikunci. Jebret ! Aman. 

Jenderal Polisi Listyo Sigit ke KSP, Kepala Staf Kepresidenan. Tugasnya nyaris tak memiliki garis dermagasi jelas dengan Bakompres, dan lainnya. Tapi Sigit jenderal polisi yang cerdas. Sukses mengawal Pipres Jokowi periode kedua dan Pilpres Prabowo – Gibran. Ia telah membuktikan talentanya. Satu Indonesia paham Sigit dan Jokowi sahabat. 

Lantas kapan Presiden Prabowo merotasi internal dan jajaran panglima tiga matra di TNI? Atau memang menunggu siklus rutinitas? Atau. Prabowo sepertinya masih mengatur papan catur setelah ‘rombak kabinet kali ketujuh’ dan jajaran Polri rombak 19 Kapolda di Indonesia. *** 

Berita terkait