Safri seolah menghentak ‘kenyamanan’ sejumlah pemain ilegal perendaman emas di wilayah konsesi pertambangan emas emiten PT BRMS, PT Citra Palu Minerals (CPM) itu. Para penjual ilegal Sianida, pemilik kolam perendaman emas, dan pemodal pasti telah dikantongi namanya oleh intelijen. ‘’Tidak sulit kalau mau jujur jujuran. Nama – nama mereka di saku intelijen. Sekarang mau dibuka dan diusut apa tidak itu saja,’’ tantangnya.
Hasil perendaman emas dijual pada para pembeli lokal dan daerah. Emas – emas itu tidak punya kewajiban fiskal ke daerah. ‘’Kalau sebulan puluhan kolam itu menghasilkan puluhan kilo emas, pertanyaannya kemana kontribusi fiskal? Ini yang disebut Presiden Prabowo bocor bocor,’’ tandasnya tajam.







