Antisipasi Dampak Geopolitik Global, Apel Siaga Keamanan; Pol PP Sulteng Dilibatkan 

  • Whatsapp


Apel yang dipimpin Wakapolda Sulteng, Brigjen Pol. Dr. Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf menegaskan perlunya sinergi lintas sektor dalam merespons potensi dampak global terhadap stabilitas daerah.

Dalam amanatnya, Helmi membacakan pesan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Irjen Pol. Dr. Endi Sutendi, S.I.K., S.H., M.H yang menyoroti meningkatnya eskalasi konflik global, khususnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat serta Israel. Situasi tersebut dinilai berpotensi memicu instabilitas, tidak hanya di tingkat global tetapi juga berdampak pada kondisi dalam negeri. 

“Penutupan kembali Selat Hormuz berpotensi menyebabkan kenaikan harga minyak dunia, yang berdampak berantai pada ekonomi nasional, mulai dari kenaikan harga BBM, biaya produksi, hingga penurunan daya beli masyarakat,” ujar Helmi saat membacakan amanat.

Dampak lanjutan dari kondisi tersebut, lanjutnya, dapat memicu inflasi, meningkatnya angka pengangguran, hingga potensi pemutusan hubungan kerja (PHK), yang pada akhirnya berpotensi menimbulkan gejolak sosial dan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam konteks itu, keterlibatan Satpol PP bersama TNI-Polri dan pemerintah daerah menjadi krusial, terutama dalam menjaga ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat. Selain pengamanan fisik, Satpol PP juga diharapkan berperan dalam pendekatan persuasif dan edukatif kepada masyarakat.

Apel ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi agenda nasional dalam waktu dekat, termasuk peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day, yang kerap diwarnai aksi penyampaian aspirasi oleh massa dalam jumlah besar.

Menurut Helmi, kegiatan tersebut memiliki potensi kerawanan, mulai dari kemacetan lalu lintas hingga gangguan kamtibmas. Oleh karena itu, kesiapan personel dan sarana prasarana menjadi fokus utama dalam apel tersebut.

Usai pelaksanaan apel, Helmi meninjau langsung kesiapan personel lintas instansi, termasuk Satpol PP, serta sarana dan prasarana pendukung di lapangan. Pengecekan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kekuatan pengamanan berada dalam kondisi siap menghadapi berbagai tantangan keamanan, termasuk dampak dinamika global yang berpotensi merembet ke dalam negeri.

Ia menekankan sejumlah langkah strategis, di antaranya peningkatan kewaspadaan personel, pelaksanaan deteksi dini dan patroli, serta pengamanan objek vital dan pusat perekonomian. Selain itu, penguatan sinergi antarinstansi dinilai menjadi kunci dalam menjaga stabilitas wilayah.

Pendekatan preemtif dan preventif juga menjadi perhatian, terutama melalui edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh hoaks dan provokasi. Di sisi lain, aparat diminta hadir di tengah masyarakat untuk mengantisipasi potensi gejolak sosial akibat tekanan ekonomi.

Apel gelar pasukan ini mencerminkan upaya bersama dalam memastikan kesiapan daerah menghadapi ketidakpastian global, dengan menempatkan kolaborasi antarinstansi sebagai fondasi utama menjaga keamanan dan ketertiban di Sulteng. *** 

Berita terkait