SULTENG – Senin, 11 Mei 2026 di rumah jabatan gubernuran Siranindi Jalan Moh Yamin Palu Timur dilantik 10 kotak jabatan (bukan 12 jabatan yang dilansir sebelumnya). Kok satu kotak jabatan belum dilantik? Ada apa?
Ke 10 kotak jabatan Tinggi Pratama Pemprov Sulteng hasil lelang jabatan 12 kotak jabatan sebelumnya. Yaitu sesuai dengan pengumuman nomor : 800. 1.2.6/017/PANSEL-JPTP/2026 tertanggal 19 Maret lalu. Sedangkan kotak jabatan Direktur Utama Rumah Sakit Daerah Undata Palu terlebih dahulu secara terpisah dilakukan Wakil Gubernur Reny A Lamadjido.
Mengapa kotak jabatan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) belum dilantik tadi pagi? Apakah tiga nominator tak memenuhi syarat? Apakah Badan Administrasi Kepegawaian Nasional (BAKN) tak menyetujui pejabat yang akan dilantik gubernur?
Tertinggalnya pelantikan jabatan Karo Kesra Setdaprov mengundang spekulasi liar. Publik menilai beragam. Ada yang menyebut pejabat yang akan dilantik belum mendapat lampu hijau BAKN, ada yang berspekulasi gubernur belum memutuskan satu nama dan lainnya. Ada juga yang menyebut ‘pejabat’ yang disiapkan Gubernur Anwar Hafid belum lolos dari BAKN.
Namun, spekulasi yang diperoleh dari sekitar kantor gubernur menyebut bahwa pejabat baru yang lolos akan menduduki jabatan Karo Kesra belum mengantongi persetujuan teknis (Pertek) BAKN Jakarta.
Kata sumber, bila pejabat yang akan dilantik belum mengantongi Pertek, maka tidak dapat dilantik. ‘’Gubernur paham aturan jadi mungkin belum dilantik. Siapa orangnya saya tidak bisa menyebut,’’ tandas sumber menghindar dari wartawan.
Hasil Uji Publik Seleksi Terbuka Jabatan Tinggi Pratama Provinsi Sulawesi Tengah ada tiga besar nama. Ketiga nama calon pejabat yang akan menempati jabatan tinggi pratama telah diumumkan 19 Maret 2026 yang ditandatangani Ketua Panitia Seleksi Dr Novalina.
Nama yang dipilih diajukan BKD Sulteng ke BAKN. ‘’Yang akan dilantik diajukan ke BAKN. Kalau belum mendapat Pertek tidak bisa dilantik,’’ aku sumber. Artinya, kecermatan Gubernur Anwar Hafid memilih pejabat kini sedang diuji batu sandungan BAKN. Akankah Anwar terus menunggu hasil Pertek, atau akan memilih dua monitor lainnya? ***








