
“Ketika saya memeriksa nasi kuning (makanan) yang dibawa oleh pembesuk itu saya menemukan sebua plastik berisi serbuk putih yang ditimbun di dalam nasinya,” tutur Ahmad.
Tak berhenti di situ, petugas pengamanan langsung mengamankan pembesuk tersebut untuk dilakukan penggeledahan badan secara menyeluruh. Hasilnya mengejutkan; petugas wanita yang melakukan penggeledahan menemukan kembali satu paket sabu lainnya yang diselipkan pelaku di area lubang anus.
Suasana sempat menegang ketika pelaku mencoba menghilangkan jejak. Saat paket kedua ditemukan, pelaku melakukan perlawanan dan nekat menelan satu paket plastik kecil diduga sabu tersebut. Meskipun petugas telah melakukan tindakan tegas dan terukur, barang bukti tersebut terlanjur tertelan dan tidak dapat dikeluarkan secara manual.
“Kami langsung berkoordinasi dengan pihak BNN Provinsi Sulawesi Tengah dan Polresta Palu untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Karutan Palu, Wachid Kurniawan.
Interogasi intensif kemudian dilakukan oleh Karutan, Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR), serta tim dari Satresnarkoba Polresta Palu dan BNNP Sulteng guna mendalami jaringan di balik penyelundupan ini.
Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diserahkan sepenuhnya ke Polresta Palu untuk proses hukum lebih lanjut.
Keberhasilan penggagalan ini menjadi bukti nyata komitmen Rutan Kelas IIA Palu dalam mewujudkan lingkungan “Bersinar” (Bersih dari Narkoba). Karutan juga mengapresiasi kejelian peserta magang yang tetap sigap menjalankan prosedur pemeriksaan meski di tengah rutinitas pelayanan.
“Penggagalan hari ini merupakan bentuk komitmen kita yang kuat dalam menciptakan Rutan Palu yang bersih dari Narkoba, handphone ilegal, dan peredarannya,” tambah karutan. ***








