Dari Sincuan ke Walatana, Gubernur Anwar Hafid Dorong Walatana Jadi Role Model Pertanian Sulteng

  • Whatsapp

Pertama, riset harus menjadi dasar dalam pengembangan pertanian, mulai dari kondisi tanah hingga pemilihan bibit. Kedua, pengelolaan irigasi dan sumber air harus diperkuat untuk menjamin keberlanjutan produksi. Ketiga, petani harus memiliki kepastian pasar, sehingga hasil produksi tidak berhenti hanya pada panen.

Selanjutnya, petani juga perlu dibekali manajemen keuangan, agar mampu menghitung keuntungan dan nilai ekonomi dari setiap kegiatan usaha tani. Penguatan digitalisasi pertanian serta hilirisasi juga menjadi bagian penting untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian.

“Petani jangan hanya berpikir berapa ton yang dihasilkan. Yang lebih penting adalah berapa nilai ekonomi yang diperoleh. Produksi harus menghasilkan pendapatan yang lebih baik bagi petani,” tegasnya.

“Kita memang masih jauh, tetapi setidaknya kita bisa mulai. Yang paling penting adalah bibit dan hilirisasi. Kalau petani sudah mandiri menghasilkan bibit dan kita bantu dengan sistem yang baik, saya yakin hasilnya bisa lebih baik,” ujarnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan para ahli pertanian maupun ekonomi untuk menemukan pola yang tepat bagi pengembangan pertanian Sulawesi Tengah.

Memasuki musim tanam keenam, pengembangan padi organik tersebut menunjukkan konsistensi para pelaku usaha dan petani dalam menerapkan sistem pertanian yang lebih berkelanjutan.

Gubernur berharap model Walatana tidak berhenti sebagai kegiatan panen semata, tetapi berkembang menjadi ekosistem pertanian yang terintegrasi, mulai dari penyediaan bibit, produksi, pengolahan, pemasaran hingga hilirisasi.

“Kalau Walatana ini kita dorong dengan riset, bibit yang baik, teknologi, pasar dan hilirisasi, saya yakin ini bisa menjadi contoh yang dapat kita kembangkan di daerah lain,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae, S.Sos., M.Si., Kepala Perwakilan Bank Indonesia Moh. Irfam Sukarna, Rektor Universitas Islam Alkhairaat (Unisa), Ketua Umum PB Al-Khairaat Habib Sayyid Alwi bin Saggaf Aljufri, Ketua Banom Al-Khairaat, Satgas Swasembada Pangan, para kepala perangkat daerah terkait, serta masyarakat Kecamatan Dolo Selatan.

Melalui pengembangan pertanian organik Walatana, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendorong lahirnya model pertanian yang tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menciptakan petani yang mandiri, modern, sehat secara lingkungan, dan lebih sejahtera sebagai bagian dari upaya mewujudkan Sulteng Nambaso.

( Biro Administrasi Pimpinan )

Berita terkait