HUT 48 KOTA PALU, Seketika menjadi ruang percakapan politis. Ada kekompakan di sisi lain ditunjukkan tamu upacara HUT 48 tahun Palu. Ada menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Ada Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, dan ada Wakil Ketua MPR RI, Akbar Supratman.
Tapi ada yang tak hadir. Gubernur Anwar Hafid ke warta Sulawesi mengaku ada acara partainya di Jakarta. Ia pun menyebut hanya kebetulan acara bersamaan. Ia juga enggan disebut ‘jauhi’ acara HUT Palu. Karena beberapa daerah yang memperingati HUT kabupaten ia juga tak hadir.
Clear klarifikasi. Tapi namanya narasi publik tak bisa dikendalikan. Spekulasi liar dibumbui sak wasangka menembus grup grup percakapan elektronik. Banyak kesimpulan prematur berkembang. Mulai hubungan Anwar dan Hadi makin memisahkan jurang.
Benarkah ‘saling bombe’ akibat rencana kompetisi keduanya di sirkuit Pilgub mendatang. Bila mengacu putusan MK yang memisahkan pemilu nasional dan pemilu loka menjadi dua rezim yang berbeda. Maka Anwar akan selesai 2029. Dan Pilgub 2031. Maka ‘ruang kekuasaan gubernur’ dikendalikan penjabat gubernur (Pj).
Bila situasi itu terjadi, Hadianto memiliki peluang besar menjadi penantang kuat Anwar yang bertekad dua periode. Hadirnya Supratman Andi Agtas dan anaknya Akbar Supratman di upacara Palu ke 48 tahun, tak luput jadi adonan spekulatif.
Maman, sapaan Supratman Andi Agtas atas nama menteri hukum menjadi inspektur upacara didampingi anaknya Akbar yang kian dekat dengan Hadianto bukan lagi rahasia. Bahkan beredar Hadi berpeluang duet dengan anaknya Maman, Akbar di Pilgub.
Informasi yang diperoleh redaksi, mundurnya Hadi dari Ketua Hanura Sulteng beberapa bulan lalu juga tak lain utak atik guna dapat ‘mudah selancar’ ke partai – partai politik. Kini ada aura yang dapat ditangkap resonansi politiknya, yaitu hadirnya Maman adalah simbol politisi Partai Gerindra.
POLITISI TERUJI
Anwar, dikenal beberapa kali sukses memenangi Pilkada. Morowali dua kali. Dan Pilgub sekali. Ia juga menjajal Pemilu legislatif sukses ke DPR RI. Modal politiknya cukup mumpuni.
Kalau pun nanti bertemu Hadi, di Pilgub mendatang maka kompetisi keduanya banyak yang menakar seimbang. Sama sama memiliki modal akseptabilitas sosial, modal elektabilitas yang tinggi, popularitas tak usah ditanya. Bahkan modal ‘dana juang’ keduanya bukan kaleng kaleng.
Anwar akan duet dengan Reny? Kemungkinan kecil. Karena dari partai yang sama. Bapak Fatur Razak, Ketua KONI pasti akan membidik figur yang dapat mengimbangi lawannya nanti. Baik dari gender, kewilayahan dan keterpengaruhan politik. ***








