Berani Cerdas Jadi Perhatian Nasional, Gubernur Sulteng Anwar Hafid Jadi Keynote Speaker ETOS ID 2026

  • Whatsapp

Berani Cerdas dan Investasi SDM Daerah

Pertemuan gagasan antara Berani Cerdas dan ETOS ID memiliki irisan yang kuat pada pengembangan sumber daya manusia berbasis daerah. Jika ETOS ID membangun kapasitas mahasiswa melalui skema beasiswa dan pembinaan, Berani Cerdas menjadi instrumen kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk memperluas kesempatan masyarakat mengakses pendidikan.

Program Berani Cerdas mulai dijalankan pada 2025 dan kemudian terus diperluas. Pemerintah daerah menempatkan pendidikan sebagai salah satu fondasi pembangunan Sulawesi Tengah, dengan peningkatan kualitas manusia dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi daerah.

Kehadiran Gubernur Sulawesi Tengah dalam forum ETOS ID sekaligus membuka ruang agar pengalaman implementasi Berani Cerdas dapat diperkenalkan kepada komunitas penerima dan pengelola beasiswa dari berbagai wilayah Indonesia.

Bagi ETOS ID Palu, momentum tersebut menjadi penting karena Sulawesi Tengah tidak hanya menjadi salah satu wilayah pembinaan ETOS ID, tetapi juga memiliki kebijakan pendidikan daerah yang kini mempertemukan pemerintah daerah dengan jaringan pembinaan beasiswa berskala nasional.

Hadir Bersama Tokoh Pendidikan dan Pengembangan SDM

Selain Anwar Hafid, Compass Building Camp 2026 menghadirkan Bayu C. Winata, Ketua Beastudi Indonesia; Suhandi Hasan, Administrative Assistant Penn State University sekaligus Alumni Etos ID Ambon 2012; Mulyadi Saputra, Deputy Director I Pendidikan Dompet Dhuafa; serta Haryo Mojopahit, Managing Director Program, Riset dan Budaya Dompet Dhuafa.

Melalui forum tersebut, Etoser di berbagai wilayah mendapat kesempatan melihat praktik kepemimpinan dan pengembangan sumber daya manusia dari beragam perspektif, mulai dari pemerintah daerah, pendidikan, pengelolaan program beasiswa hingga pengembangan masyarakat.

Bagi Sulawesi Tengah, hadirnya Anwar Hafid dalam forum nasional ETOS ID membawa pesan tersendiri: Berani Cerdas tidak hanya berbicara mengenai pembiayaan pendidikan, tetapi juga tentang bagaimana akses pendidikan dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kualitas generasi daerah. ***

Berita terkait