Satgas Hilirisasi dan Untad Gelar Lokakarya, PT CPM dan Morowali Disorot 

  • Whatsapp
Lokakarya Hilirisasi yang digelar Satgas Hilirisasi dan Ketahanan Energi bersama Universitas Tadulako.foto/ist

PALU, 25 September 2026 – Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional dan Universitas Tadulako (Untad) menggelar lokakarya Kolaborasi Nyata, Manfaat Merata: Menyelesaikan Hambatan Sosial dan Lingkungan, Mengoptimalkan Manfaat Hilirisasi. 

Kegiatan difasilitatori dan dimoderatori Prof Nur Sangadji dan Dedi irawan. Kegiatatan tersebut dihadiri sejumlah akademisi, NGO, Mahasiswa, Masyarakat dan aktivis Lingkungan, OPD Pemprov Sulteng, perusahaan swasta maupun BUMD.

Wakil Rektor Universitas Tadulako Prof Andi Rusdin menegaskan bahwa hilirisasi penting untuk karena memberi banyak manfaat ekonomi namun yg juga lebih penting me jaga keberlanjutan lingkungan hidup. 

Untad  berkewajiban untuk ikut mendorong riset dan onovasi dalam menata dan membangun ekosistem hilirisasi. Tim Ahli Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional Ridha Saleh menegaskan dalam pengantarnya bahwa hilirisasi merepuakan kelanjutan dari program pemerintah sebelumnya. 

Namun pemerintah sekarang menekankan bahwa hilirisasi merupakan tugas sejarah dan mandat konstitusi, tugas sejahnta yaitu ingin mengakhiri dekolonisasi ekonomi, menjaga kedaulatan bangsa serta mensejahterakan rakyat sementara secara konstitusional hilirasi merupakan pengejawantahan  pasal 33 UUD 1945.

Wakil Rektor III Dr. Ir. Sagaf, M.P. secara khusus menyoroti aktivitas pertambangan PT. CPM yg dianggap dekat dengan sekali dengan pemukiman warga serta kerawanan terhadap dampak lingkungan jangka panjang serta peran dalam pemberdayaan warga. 

Prof Ahlis Djirimu dalam diskusi tersebut mengungskapkan kerugian daerah hingga triliunan rupiah namun pendapatan yg menjadi hak daerah belum di berikan secara layak melalui DBH. 

Sementara Tasrief Siara salah satu nara sumber menegaskan kebijskan hilirisasi sangat sentralistik sehingga daerah tidak dapat berbuat banyak, persoslan ini sangan membatasi daerah berinovasi. *** 

Berita terkait