Program berlangsung selama 60 hari dan melibatkan hingga 900 personel TNI.
Dari total 479 titik sasaran, pekerjaan fisik meliputi pembangunan 75 jembatan perintis, pengeboran 117 sumur dan perbaikan 225 rumah tidak layak huni.
Sejumlah fasilitas lain yang turut disasar ialah sekolah, rumah ibadah, MCK, irigasi, jaringan air bersih dan jalan.
Program juga menyasar kegiatan sosial dan kemanusiaan seperti donor darah, operasi katarak, khitanan massal, bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas dan dukungan bagi sektor perikanan dan pertanian.
Menurut Gubernur, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari kemudahan masyarakat memperoleh air bersih, menempati rumah layak huni serta mengakses layanan kesehatan dan pendidikan.








