Depan Mahasiswa FKIP Untad, Wali Kota : Jabatan Itu Amanah 

  • Whatsapp
Wali Kota Palu Hadianto Rasyid di depan mahasiswa FKIp Universitas Tadulako bicara tentang kepemimpinan masa depan dan tantangannya Sabtu (24/10/2026) di Palu.foto/pemkot

PALU, 26 Oktober 2026 – Depan Mahasiswa Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tadulako, Wali Kota Palu Hadianto menyebut bahwa kekuasaan manusia adalah amanah Allah SWT. Pertanggungan jawabnya wajib amanah, fatonah dan bermanfaat bagi semua. 

Pernyataan Hadi disampaikan saat menjadi narasumber Dialog Kepemimpinan bersama mahasiswa FKIP Untad di Aula FKIP Untad Palu, (24/10/2026) lalu. 

 ‘’Kalau kalian mau menjadi pemimpin, satu hal yang harus diketahui adalah siapa pemilik kekuasaan itu. Allah yang memiliki kerajaan dan kekuasaan, serta memberikan kekuasaan kepada siapa yang dikehendaki-Nya,” ungkap wali kota. Pemahaman tersebut harus menjadi landasan bagi mahasiswa dalam membangun karakter kepemimpinan. 

Dengan menyadari bahwa kekuasaan merupakan amanah, seseorang diharapkan tidak menjadikan jabatan sebagai tujuan semata, melainkan sebagai kesempatan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Wali kota mengutip sabda Rasulullah SAW bahwa setiap amal perbuatan bergantung pada niatnya. ‘’Kalau kalian mau menjadi pemimpin, maka kembali kepada niatnya. Niat itu yang harus diluruskan, karena dari situlah kita menentukan bagaimana menjalankan amanah yang diberikan,” jelas wali kota.

Menurut Wali Kota Hadianto, mahasiswa perlu mendalami setiap ilmu dan pengalaman yang diperoleh, bukan sekadar memahami sesuatu berdasarkan literatur atau teori. 

Pemahaman yang mendalam akan membentuk cara pandang yang lebih matang dalam menyikapi persoalan dan mengambil keputusan.

Karena itu, calon pemimpin harus terus memperkuat nilai-nilai moral dan spiritual agar mampu menjalankan tanggung jawab secara bijaksana.

“Semakin dalam kalian memahami sesuatu, semakin besar pula yang bisa kalian dapatkan. Dengan begitu, semakin besar bekal yang kalian miliki untuk menghadapi masa depan,” ujar wali kota.

Selain membangun kapasitas kepemimpinan, wali kota juga mengingatkan mahasiswa agar menyeimbangkan aktivitas organisasi dengan tanggung jawab akademik. 

Menurut wali kota, kemampuan berorganisasi harus berjalan seiring dengan kesungguhan dalam mengikuti perkuliahan dan menyelesaikan pendidikan tepat waktu.

Wali kota menegaskan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan dalam kelembagaan, tetapi juga harus menunjukkan keseriusan dalam proses pembelajaran di kelas. *** 

Berita terkait