Catatan pinggir : Cak Ando
MAIN BBM Subsidi oknum polisi? Rahasia umum. Tapi mirip kentut. Baunya busuk tapi, masyarakat takut bicara. Takut dikriminalisasi. Tapi? Kalau penegakan dari ‘atas’ atau internal institusi, pasti akan lebih mudah.
Rabu pagi ini, tiba tiba saya di belakang laptop tertegun membaca website https://tribratanews.sulteng.polri.go.id
Dengan judul mencolok. Terlibat Bisnis BBM Subsidi Dua Personel di Banggai Laut Diperiksa Propam Polda Sulteng.
Pernyataan itu disampaikan Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin (19/10/2026), bahwa tim cyber Subbid Paminal Bidpropam telah melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan awal.
Kasusnya, kata Muhaimin, bermula saat Satgas Pengawasan BBM Bersubsidi menemukan 575 jerigen solar dan Pertalite di kapal jolor tujuan Taliabu, Maluku, di Pantai Banggai Lalongo (15/10/2026) malam.
Catatan redaksi menyebut baru Irjen Pol. Rizal Irawan, S.I.K., M.H begitu menjabat langsung mengemban amanat keresahan Presiden Prabowo Subianto. Narkoba, Mafia di Kelangkaan BBM, dan Tambang Emas Ilegal.
Jenderal Rizal pun mengobral abrik ‘kampung narkoba’ Kayumalue dan Tatanga. Tercatat lebih lima kali. Sejumlah lapak dan pengedar serta kurir dibekuk. Sering sering Jenderal ! Karena baru Anda yang berani begini. Anda datang dengan menekan jajaran perwira, ini hasilnya publik menyaksikan. Tapi kapan bandarnya? Kapan oknum APH? Yang jadi baking bandar?
Irjen Pol Rizal, resmi Kapolda Sulteng menggantikan seniornya Irjen Pol. Nasri Sulaeman yang memasuki masa pensiun. Rizal pun berkoordinasi dengan jajaran Muspida. Kepada Gubernur Anwar Hafid dan DPRD yang diterima Ketua Muhammad Arus Abd Karim di hari yang sama.
BACA BERITANYA : https://kailipost.com/2026/10/gubernur-anwar-hafid-sampaikan-isu-tambang-ilegal-bbm-dan-narkoba-ke-kapolda-sulteng.html
Pertemuan dengan Muspida tak basa – basi. Irjen Pol Rizal membersihkan dulu ‘halamannya’ yang kotor. Dua anak buahnya dicopot. Terindikasi jual beli dan menimbun BBM subsidi ke daerah lain, Taliabu Maluku.
Jenderal !! Bagaimana dengan banyaknya dugaan mafia BBM dalam ibukota Sulteng, Kota Palu. Ada dugaan anggota yang punya jatah solar subsidi dari pemilik SPBU? Sehari di jatah satu ton solar subsidi. Sehari bersih bisa bawa pulang uang Rp5 jutaan. Sebulan? Dijual dengan siapa? Mafianya di dalam kota? Wilayah Selatan? Utara atau Barat hingga perbatasan dengan Donggala?
Semoga istilah ‘apes saja’ dua polisi dicopot Kapolda tak terbukti. Melainkan Kapolda Irjen Polisi Rizal bersih – bersih internal sampai tak berhenti di Polsek. Tapi sampai di level Polres, dan jajaran internal Polda Sulteng sendiri. Jangan hanya polisi pangkat ‘kecil’ saja ditindak. Tapi yang komandan komandannya bebas ‘cuci tangan’
Kami bangga padamu Jenderal. Jadilah polisi Tadulako ! Polisi yang meninggalkan legacy di daerah ini. Polisi yang akan dikenang selamanya masyarakat Sulawesi Tengah. ***








