Terkait dengan berbagai pendapat yang muncul yang meredahkan dan menghina Guru Tua, Hadianto menegaskan bahwa tidak perlu menanggapi pihak-pihak yang hanya mencari sensasi. Menurutnya, lebih baik mengabaikan pernyataan yang tidak berdasar daripada memperbesar persoalan yang tidak bermanfaat.
“Kalau ada orang yang hanya mencari sensasi, saya anggap itu asal bicara saja. Yang seperti itu tidak perlu digubris. Justru jika ditanggapi, mereka malah semakin besar kepala. Lebih baik kita diamkan saja, sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an: Wa idzā khāṭabahumul jāhilūna qālū salāmā, yang artinya, ‘Dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan kata-kata keselamatan,” ujar Walikota Palu ini.
Hadianto juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Palu terus berupaya agar Guru Tua dapat memperoleh gelar Pahlawan Nasional. Ia menegaskan bahwa komunikasi intensif masih terus dilakukan dengan pihak terkait agar langkah-langkah strategis bisa segera direalisasikan.
“Kami terus melakukan komunikasi dengan dinas terkait untuk memastikan langkah-langkah yang diperlukan dapat dijalankan dengan baik. Guru Tua adalah figur yang memiliki kontribusi besar dalam dunia pendidikan dan dakwah di Sulawesi Tengah. Oleh karena itu, kami akan terus memperjuangkan agar beliau mendapatkan pengakuan sebagai Pahlawan Nasional,” ujarnya.
Perjuangan ini diharapkan mendapat dukungan luas dari masyarakat Sulawesi Tengah, mengingat besarnya jasa Guru Tua dalam membangun sistem pendidikan Islam yang moderat dan berkualitas di Indonesia Timur, tutup Walikota Palu Hadianto Rasyid.