PALU – Kepala Dinas Pariwisata Kota Palu, Ridwan Mustapa membuka Festival Zona Ekonomi Kreatif Perempuan Taweli yang mengusung tema “Maro-roa”.
Kegiatan ini berlangsung di Tepi Laut, Kelurahan Baiya, Kecamatan Taweli, Kota Palu Sabtu (28/11/2025). Festival digagas Anggota DPRD Kota Palu, Mutmainah Korona dan Dinas Pariwisata Kota Palu. Mutmainah, ‘’Penyelenggaraan festival ini berangkat dari antusiasme, kecintaan, dan kekaguman terhadap kekayaan kuliner khas Taweli yang perlu terus diwariskan.
Ia menekankan bahwa burasa merupakan ikon kuliner Taweli yang memiliki kekhasan tersendiri.“Burasa Taweli ini berbeda. Bentuknya kecil, tebal, dan balutan daunnya membuat rasanya khas. Ini adalah kekayaan yang harus dijaga, diwariskan, dan diperkenalkan lebih luas,” ungkapnya.
Mutmainah berharap festival ini dapat memperkuat identitas kuliner lokal sekaligus membuka peluang bagi perempuan pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang.
Selanjutnya, Ridwan Mustapa, menyampaikan bahwa Pemkot Palu sangat mendukung kegiatan yang mendorong pertumbuhan pelaku ekonomi kreatif. “Pemerintah Kota Palu sangat mendukung kegiatan seperti ini, terutama bagi pelaku ekonomi kreatif. Kegiatan ini merupakan bagian dari subsektor ekonomi kreatif yang berada di bawah pembinaan Dinas Pariwisata,” ujar Kadis.
Kadis juga menambahkan bahwa Taweli dikenal memiliki ciri khas kuliner yang kuat. “Seperti yang kita ketahui bersama, Taweli punya kekhasan tersendiri. Jika kita mencari topu-topu atau lada-lada, semua pasti mengarah ke Taweli. Ini menunjukkan kuatnya identitas kuliner di wilayah ini,” ungkap Kadis.
“Ke depan, akan lebih baik jika kemasannya dibicarakan lebih serius agar dapat dipromosikan lebih luas. Dengan kemasan yang baik, produk-produk ini bisa ditampilkan pada berbagai acara di Kota Palu,” tambah Kadis.
Kadis turut memberikan apresiasi atas konsistensi pelaksanaan festival yang setiap tahunnya mengusung tema berbeda. ‘’Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Tema tahunannya selalu berbeda, dan jika memungkinkan, kegiatan ini bisa kita usulkan masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN). Kami akan sampaikan persyaratan yang dibutuhkan agar dapat diusulkan,” kata Kadis.
Festival “Maro-roa” menghadirkan berbagai agenda seperti Pameran produk UMKM perempuan Taweli, Workshop peningkatan kapasitas, Talkshow pemberdayaan perempuan, Pertunjukan seni dan budaya lokal.
Melalui festival ini, diharapkan potensi ekonomi kreatif perempuan di Taweli dapat berkembang secara berkelanjutan, serta memperkuat identitas kuliner lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif di Kota Palu. ***








