PALU – Namanya bagai ledakan tektonik. Dari dalam bumi terus bergetar merambat jauh meresonansi dirasakan di atas bumi. Bukan ledakan vulkanik, kata pakar geologi. Ledakan dari gunung merapi. Guncangan dari atas memuntahkan larva.
Versi politik, Wali Kota Palu Hadianto Rasyid terus diperbincangkan dari akar akar rumput terus merambat beresonansi getaran elektabilitasnya. ‘’Makanya Pak Wali langsung menemuka warganya yang rumahnya tak layak huni,’’ ujar pejabat Pemkot memberi alasan blusukan Hadi ke rumah warga di Talise Valangguni (22/06/2026).
Rumah itu di sekitar Lapangan Jalan Dayodara menjadi perhatian karena kondisi bangunannya yang memprihatinkan dan dinilai tidak memenuhi standar kelayakan sebagai tempat tinggal.
Wali Kota Hadianto melihat secara langsung kondisi fisik rumah dan berdialog dengan pemilik rumah untuk mengetahui keadaan yang dihadapi keluarga tersebut.
Setelah melakukan peninjauan, Wali Kota meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar rumah tersebut segera diusulkan dan dimasukkan ke dalam program bedah rumah Pemkot.
Menurut wali kota, upaya perbaikan rumah masyarakat yang tidak layak huni merupakan bagian penting dari strategi pengentasan kemiskinan yang terus dilakukan Pemerintah Kota Palu.
“Lurah harus mengidentifikasi kondisi-kondisi rumah masyarakat seperti ini. Salah satu cara menurunkan angka kemiskinan adalah dengan memperbaiki kondisi tempat tinggal warga. Dari kategori miskin ekstrem bisa menjadi miskin, dan dari miskin bisa meningkat kesejahteraannya,” ujar Wali Kota.
“Mumpung kita masih menjadi pemerintah, kita harus berbuat semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat. Kalau sudah tidak menjadi pemerintah, tentu kemampuan dan kewenangan kita sangat terbatas,” tambah wali kota. ***








