Gubernur Anwar Hafid Meradang ! Putusan Kormi Nasional dan Kormi Sulteng Batalkan Tuan Rumah Fornas IX 2027 Tak Profesional 

  • Whatsapp

PALU, 31 Juli 2026 – Akhirnya Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meradang. Ia mengeluarkan pernyataan resmi, pembatalan Sulteng sebagai tuan rumah Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) IX 2027. Padahal Februari lalu (2026) sudah dilakukan soft launching. 

Anwar menegaskan bahwa keputusan sepihak Kormi Nasional merugikan pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Ternyata, terang gubernur seluruh persiapan sudah dilakukan, termasuk  desain dan penataan lokasi di Hutan Kota yang diperkirakan luas 30 hektar. 

Di tengah, pemerintah provinsi menyiapkan penyelenggaraan yang akan dipusatkan di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala dicederai dengan keputusan pembatalan sepihak tanpa koordinasi. 

Gubernur Anwar juga kecewa dengan Kormi Sulteng. Mengirim surat ke Kormi Nasional hingga terbit surat pembatalan sebagai tuan rumah. Mestinya, Kormi Sulteng koordinasi dan pemberitahuan padanya sebagai kepala daerah. 

“Surat yang dijadikan dasar oleh KORMI Pusat berasal dari KORMI Sulawesi Tengah, tetapi tidak pernah dikoordinasikan maupun disampaikan kepada saya sebagai kepala daerah. Karena itu, kami menilai keputusan pembatalan ini diambil secara sepihak dan tidak melalui mekanisme komunikasi yang semestinya.” Tukasnya. 

MERUGIKAN SULTENG 

Bila ada dalil bahwa Sulteng tidak siap sarana dan prasarana Fornas IX 2027, katanya tidak benar. Kesiapan event 

merupakan tanggung jawab pemerintah daerah. Sejak awal pengajuan sebagai calon tuan rumah, Pemprov Sulteng telah menyatakan kesanggupan memenuhi seluruh kebutuhan penyelenggaraan. 

“Kalau persoalannya kesiapan, itu menjadi tanggung jawab saya sebagai gubernur. Sejak awal kami mengajukan diri sebagai tuan rumah, kami sudah menyatakan siap dan seluruh proses persiapan berjalan. Jadi, dasar apa yang digunakan hingga Sulawesi Tengah dinilai tidak siap? Seharusnya hal itu dikomunikasikan dan dievaluasi bersama, bukan diputuskan secara sepihak.” ujar Anwar Hafid.

Putusan itu tak bisa sekadar dinilai sebagai pembatalan lokasi atau tuan rumah, tapi berdampak terhadap berbagai persiapan yang telah dilakukan, mulai dari perencanaan kegiatan, pembangunan fasilitas pendukung, hingga kesiapan sumber daya yang telah disusun untuk menyukseskan FORNAS 2027. 

Pernyataan Anwar tersebut tak menyinggung keberatan Pemprov Sulteng atas surat keputusan pembatalan tuan rumah Kormi Nasional. Yaitu dengan mengirim surat keberatan secara resmi. 

KORMI SULTENG BUNGKAM 

Syaifullah Djafar, Ketua Umum Kormi Sulteng yang dikonfirmasi malam ini lewat surat elektronik – chating di no whatApps, belum menjawab. Walaupun status konfirmasi ‘dibaca’ dan ‘dilihat’ rilis tim media gubernur. 

Hingga kini belum diketahui secara terang benderang apa alasan Kormi Sulteng menyurat ke Kormi Nasional untuk dasar pembatalan sebagai tuan rumah? Benarkah soal efisiensi anggaran, kesiapan fasilitas festival olahraga atau apa.

Sumber internal Kormi Sulteng enggan debatable dengan pihak Pemprov. Tentu rangkaian tahapan sejak awal ada road map. Kesungguhan kesiapan prosentasenya dilaporkan ke pusat. ‘’Kita tidak mau berdebat. Nanti akan dijelaskan pada waktunya ke bapak gubernur,’’ aku sumber yang tak mau disebut namanya. ***!

Berita terkait